alexametrics

Alergi Tingkatkan Risiko Penyakit Degeneratif

loading...
Alergi Tingkatkan Risiko Penyakit Degeneratif
Alergi memiliki dampak yang signifikan bagi si kecil, keluarga, hingga masyarakat. Foto Ilustrasi/Shutterstock/Serhiy Kobyakov
A+ A-
JAKARTA - Jangan anggap enteng masalah alergi pada anak. Pasalnya, dampak alergi lebih dari sekadar gejala yang dialami anak. Alergi memiliki dampak yang signifikan bagi si kecil, keluarga, hingga masyarakat.

Alergi bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, dan sakit jantung. Hal ini dikemukakan Konsultan Alergi dan Imunologi Anak Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr, SpA(k), M.Kes. (Baca Juga: Rutin Minum Obat yang Diberikan Dokter, Gerd Bisa Sembuh Total)

"Anak dengan alergi juga dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan apabila terlambat diagnosa dan penanganan kurang optimal. Sementara dampak ekonomi yang harus dihadapi keluarga adalah meningkatnya biaya pengobatan dan biaya tidak langsung,” urai Prof. Budi dalam Webinar Bicara Gizi "Allergy Prevention" yang diadakan Danone Specialized Nutrition (SN).



Anak dengan alergi cenderung memiliki rangkaian penyakit alergi seiring bertambahnya usia, bahkan diturunkan ke generasi berikutnya. Sehingga alergi penting untuk dideteksi dan dicegah sejak dini dengan menelusuri riwayat alergi keluarga serta pemberian nutrisi yang tepat untuk mendukung sistem imun yang lebih baik. ASI serta nutrisi lengkap dan seimbang akan mendukung perkembangan sistem imun anak.

"Nutrisi kombinasi prebiotik dan probiotik (SINBIOTIK) merupakan salah satu nutrisi yang dapat mendukung sistem imun anak dalam menurunkan risiko alergi,” imbuh Prof. Budi.

Dalam kemampuannya menurunkan alergi, sinbiotik lebih efektif dibandingkan pemberian tunggal prebiotik atau probiotik. Efektivitas dari satu kombinasi sinbiotik tidak bisa diekstrapolasikan kepada kombinasi sinbiotik lain. Kombinasi prebiotik seperti FOS GOS dan probiotik seperti B.breve dengan komposisi seimbang telah teruji klinis bekerja secara sinergis mendorong keseimbangan kolonisasi bifidobakterium sehingga mendukung sistem imun dalam menurunkan risiko alergi si kecil.

Dalam dua dekade terakhir Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat adanya peningkatan angka kejadian alergi pada anak di Indonesia, bahkan alergi susu sapi pada dermatitis atopik ditemukan hingga 60%. Alergi yang terjadi pada awal kehidupan juga akan meningkatkan risiko manifestasi alergi lain di masa depan, atau dikenal dengan Allergic March. (Baca Juga: Stres Bisa Memicu Gerd Kambuh, Bagaimana Menyiasatinya?)

Menyambut Pekan Alergi Dunia (World Allergy Week), Danone SN Indonesia memperkuat edukasi mengenai pentingnya screening risiko alergi dan manajemen nutrisi yang tepat untuk pencegahan alergi pada anak. Lebih jauh, disfungsi terhadap sistem kekebalan tubuh, baik itu dari faktor genetik maupun lingkungan, dapat menyebabkan reaksi alergi dan berbagai efek yang berpengaruh negatif jangka panjang, tidak hanya bagi anak tapi juga orangtua.

Selain dampak kesehatan, anak dan orangtua juga dapat menderita dampak psikologis, serta konsekuensi sosial dan ekonomi bagi keluarganya.
(tsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak