Strategi Psikologi untuk Dukung Kesehatan Keluarga melalui Peranan Bumbu Umami
Minggu, 07 Agustus 2022 - 03:30 WIB
loading...
Para narasumber dalam webinar Strategi Psikologi Edukasi Perilaku Makan agar Tumbuh Kembang Anak Optimal dengan Peranan Bumbu Umami yang digelar belum lama ini. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan cerminan dari keluarga yang bahagia. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Namun ternyata menyajikan makanan sehat saja tidak cukup. Harus ada keterlibatan aktif dari keluarga.
Hal inilah yang diangkat dalam webinar yang diselenggarakan PT Ajinomoto Indonesia bertajuk Strategi Psikologi Edukasi Perilaku Makan agar Tumbuh Kembang Anak Optimal dengan Peranan Bumbu Umami.
Menurut psikolog anak dan keluarga Irma Gustana M.Psi, psikologi dapat membangun kedekatan ibu dan anak serta menjadikan anak memiliki perilaku yang baik dalam mengonsumsi makanan, terutama bila ditambahkan bumbu umami seperti MSG.
“Saya sering menemukan masalah yang dihadapi seorang ibu yang bingung karena bayinya sulit makan makanan yang lengkap kandungan gizinya. Hal ini terkadang membuat orangtua frustasi dan anak menganggap waktu makan sebagai situasi yang tidak menyenangkan," kata Irma Gustana.
"Padahal, untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, membutuhkan komitmen baik dari orangtua maupun anak itu sendiri," tambahnya.
Irma melanjutkan, ada beberapa tips dari aspek psikologis yang bisa ibu terapkan untuk membuat anak lebih semangat makan, serta memberikan edukasi kepada anak tentang nutrisi dan menambahkan bumbu umami untuk memberikan rasa yang menggugah selera pada makanan.
“Hal pertama yang harus dilakukan adalah melibatkan anak-anak agar tertarik untuk makan berbagai jenis makanan. Kemudian persiapan, penyajian, waktu hingga pendampingan saat makan bersama anak menjadi penting," terang Irma.
Hal inilah yang diangkat dalam webinar yang diselenggarakan PT Ajinomoto Indonesia bertajuk Strategi Psikologi Edukasi Perilaku Makan agar Tumbuh Kembang Anak Optimal dengan Peranan Bumbu Umami.
Menurut psikolog anak dan keluarga Irma Gustana M.Psi, psikologi dapat membangun kedekatan ibu dan anak serta menjadikan anak memiliki perilaku yang baik dalam mengonsumsi makanan, terutama bila ditambahkan bumbu umami seperti MSG.
“Saya sering menemukan masalah yang dihadapi seorang ibu yang bingung karena bayinya sulit makan makanan yang lengkap kandungan gizinya. Hal ini terkadang membuat orangtua frustasi dan anak menganggap waktu makan sebagai situasi yang tidak menyenangkan," kata Irma Gustana.
"Padahal, untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, membutuhkan komitmen baik dari orangtua maupun anak itu sendiri," tambahnya.
Irma melanjutkan, ada beberapa tips dari aspek psikologis yang bisa ibu terapkan untuk membuat anak lebih semangat makan, serta memberikan edukasi kepada anak tentang nutrisi dan menambahkan bumbu umami untuk memberikan rasa yang menggugah selera pada makanan.
“Hal pertama yang harus dilakukan adalah melibatkan anak-anak agar tertarik untuk makan berbagai jenis makanan. Kemudian persiapan, penyajian, waktu hingga pendampingan saat makan bersama anak menjadi penting," terang Irma.
Lihat Juga :