Mengenal Epilepsi Fotosensitif yang Diberi Flash Warning di Film Pengabdi Setan 2: Communion
Rabu, 10 Agustus 2022 - 22:12 WIB
loading...
A
A
A
Efek kilat atau cahaya berpola dapat membuat orang dengan atau tanpa epilepsi mengalami disorientasi, tidak nyaman, dan juga tidak sehat. Saat ini, obat anti-epilepsi memang dapat mengurangi risiko kejang. Namun, penderita epilepsi fotosensitif dianjurkan untuk menghindari paparan yang dapat memicu kejang.
Penyebab Epilepsi Fotosensitif
Epilepsi adalah gangguan otak yang dapat menyebabkan kejang berulang (lebih dari dua kali), yang disebabkan oleh adanya aktivitas listrik abnormal di dalam otak. Penyebab epilepsi antara lain adanya ketidakteraturan pada saraf-saraf otak, ketidakseimbangan neurotransmitter (pembawa pesan kimiawi di otak), atau kombinasi dari kedua faktor tersebut. Pada epilepsi fotosensitif, faktor genetik juga berperan.
Anak-anak dan remaja berusia 7–19 tahun adalah kelompok yang rentan mengidap epilepsi fotosensitif. Dibanding anak laki-laki, anak perempuan lebih berisiko terkena kondisi tersebut.
Meski demikian, anak laki-laki cenderung mengalami lebih banyak kejang bila mengidap jenis epilepsi ini. Hal itu mungkin karena anak laki-laki menghabiskan lebih banyak waktu bermain video games yang merupakan salah satu pemicu kejang.
Penyebab Epilepsi Fotosensitif
Epilepsi adalah gangguan otak yang dapat menyebabkan kejang berulang (lebih dari dua kali), yang disebabkan oleh adanya aktivitas listrik abnormal di dalam otak. Penyebab epilepsi antara lain adanya ketidakteraturan pada saraf-saraf otak, ketidakseimbangan neurotransmitter (pembawa pesan kimiawi di otak), atau kombinasi dari kedua faktor tersebut. Pada epilepsi fotosensitif, faktor genetik juga berperan.
Anak-anak dan remaja berusia 7–19 tahun adalah kelompok yang rentan mengidap epilepsi fotosensitif. Dibanding anak laki-laki, anak perempuan lebih berisiko terkena kondisi tersebut.
Meski demikian, anak laki-laki cenderung mengalami lebih banyak kejang bila mengidap jenis epilepsi ini. Hal itu mungkin karena anak laki-laki menghabiskan lebih banyak waktu bermain video games yang merupakan salah satu pemicu kejang.
(tsa)
Lihat Juga :