7 Perbedaan Utama Film Bullet Train dan Novel Maria Bitoru

Rabu, 10 Agustus 2022 - 23:31 WIB
loading...
A A A

5. Cerita Wolf Diperluas di Film

7 Perbedaan Utama Film Bullet Train dan Novel Maria Bitoru

Foto: Pitchfork

Di film, Wolf pergi ke Jepang demi menemukan Ladybug. Pembunuh asal Meksiko itu percaya kalau Ladybug adalah pembunuh istri dan tamu di pernikahannya. Wolf tidak tahu kalah Hornet-lah pembunuh istri dan para tamunya. Meski begitu, dia tetap berniat balas dendam.

Di novel, peran Wolf lebih kecil. Dia memang menahan Ladybug turun dari kereta di sebuah stasiun. Tapi, di versi novel, Wolf hanya mengenali Ladybug karena dia pernah berkelahi dengannya di luar sebuah bar.

6. Karakter di Novelnya Orang Jepang

7 Perbedaan Utama Film Bullet Train dan Novel Maria Bitoru

Foto: Inverse

FilmBullet Trainmenampilkan banyak aktor Amerika. Tapi, materi sumbernya terdiri atas karakter orang Jepang di peran utamanya. Ini termasuk Ladybug, yang nama aslinya adalah Nanao. Di film, nama asli Ladybug tidak diungkap. Karena perubahan itu, David Leitch dituduh melakukan pemutihan, praktik meng-casting aktor kulit putih untuk peran yang sebelumnya dilakoni orang nonkulit putih.

Bullet Train ber-setting di Jepang. Tapi, hanya satu karakter utama yang merupakan aktor keturunan jepang, yaitu Andrew Koji, yang memerankan Yuichi Kimura. Mayoritas penumpang kereta peluru itu, termasuk Channing Tatum sebagai cameo, adalah aktor kulit putih. Direktur eksekutif Liga Warga Jepang Amerika David Innoue mengkritik film itu karena tidak mengambil peluang untuk meng-casting aktor Jepang untuk peran utama. Selain Andrew, aktor Jepang lain yang tampil di film ini adalah Hiroyuki Sanada, yang penampilannya terbatas.

7. Tujuan Akhir Kereta Peluru di Film Beda dengan di Novel

7 Perbedaan Utama Film Bullet Train dan Novel Maria Bitoru

Foto: Cleveland.com

Di film, Ladybug naik kereta peluru di Tokyo dengan tujuan akhir Kyoto. Tapi, I novel, kereta itu menempuh tujuan dari Tokyo ke Morioka. Tidak diketahui mengapa perubahan itu dilakukan. Mungkin itu karena Kyoto lebih akrab dan dikenali penonton ketimbang Morioka. Menariknya, itu artinya, penumpang di film pergi ke arah selatan, sementara di novel, kereta itu menuju ke utara.
(alv)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Film Jalan Pulang Angkat...
Film Jalan Pulang Angkat Makna Kebaya sebagai Warisan Budaya
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Rekomendasi
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Berita Terkini
Cara Mengatasi Morning...
Cara Mengatasi Morning Sickness agar Ibu Hamil Tetap Terpenuhi Nutrisinya
Aletha Abew Ajak Anak...
Aletha Abew Ajak Anak Rajin Mandi Lewat Lagu Ceria yang Sarat Pesan Positif
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved