Serunya Menikmati ‘Sepotong Surga’ dari Ende
Rabu, 17 Agustus 2022 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Susur Sawah
![Serunya Menikmati ‘Sepotong Surga’ dari Ende]()
Selain melihat masyarakatnya yang masih kental memegang teguh tradisi budaya leluhur, di desa ini Anda bisa menikmati hamparan sawah dengan paket wisata susur sawah. Di susur sawah ini, bisa turut serta membajak secara tradisional dengan para petani. Ehm bersentuhan langsung dengan kerbau dan tanah lumpur yang menghasilkan padi untuk makanan sehari-hari adalah pengalaman yang tak terlupakan. Oh ya kalau Anda datang berkunjung pada Mei atau Juni, bisa berkesempatan turut memanen padi. Petani di desa ini memiliki hasil sawah andalan yani beras merah dan beras hitam yang bernilai gizi tinggi.
Menangkap Katak
Keseruan lainnya, Anda bisa berbaur dengan anak-anak desa untuk menangkap katak. Mereka dengan lincah mengintip lubang satu ke lubang lain di sepanjang pematang sawah untuk mengintai dan menangkap katak.
Anak-anak biasanya menangkap kata setiap Sabtu dan Minggu Aristo misalnya, siswa SMP ini rutin menangkap katak di sela liburnya. Aristo dan teman-temannya juga sudah lihai membedakan, lubang katak dan lubang tikus atau ular. “Jika lubang kering itu berarti berisi ular atau tikus. Tetapi jika lubang itu basah pasti di dalamnya katak, “katanya dengan pasti.
Tak kurang dari 40 katak berhasil ditangkapnya setiap minggu. Katak yang berhasil ditangkap kemudian dibawa pulang untuk dimasak dan disantap bersama keluarga dan teman.
Ehm, setelah seharian bermain di pematang sawah, saatnya berendam di kolam pemandian air panas. Iya, di desa wisata ini, juga terdapat kolam air panas untuk berendam. Dijamin, otot-otot yang seharian digunakan beraktivitas, bakal kembali lentur dengan berendam. Pendeknya, capek Anda bakal sirna. Tiket masuknya pun juga sangat murah, yakni hanya Rp2000 saja, dan Anda pun bisa berendam sepuasnya.
Usai berendam dan tubuh kembali rileks, saatnya beristirahat. Untuk mencari tempat istirahat yang nyaman, tidak perlu repot. Karena desa ini telah menyediakan homestay yang bersih, aman dan nyaman serta taat protokol kesehatan yang ketat.
Ada 17 homestay yang disediakan. Harga permalamnya hanya Rp150 ribu, termasuk tiga kali makan pada pagi, siang, dan malam. Sambil istirahat, Anda pun bisa berselancar dunia maya dengan gampang, karena sinyal di sini sangat kencang.
Menikmati Seduhan Teh Cengkeh
Pagi harinya, selain mengelilingi desa yang sangat asri untuk mencari udara segar, Anda juga bisa mengunjungi pasar tradisional. Pasar yang hanya buka dua kali seminggu yaitu Rabu dan Sabtu ini, menjual berbagai barang untuk kebutuhan sehari-hari. Yang menarik, selain berbelanja di pasar, warga juga dapat membeli kebutuhan harian mereka seperti beras, sayur mayor dan lainnya secara online, karena hasil panen sawah dan perkebunan di desa ini telah ditampung oleh Bumdes yang bernama Au Wula.Warga tinggal membuka aplikasi, klik barang yang dibutuhkan, lalu barang akan diantar oleh ojek lokal hingga ke tangan konsumen. Sangat Mudah!

Selain melihat masyarakatnya yang masih kental memegang teguh tradisi budaya leluhur, di desa ini Anda bisa menikmati hamparan sawah dengan paket wisata susur sawah. Di susur sawah ini, bisa turut serta membajak secara tradisional dengan para petani. Ehm bersentuhan langsung dengan kerbau dan tanah lumpur yang menghasilkan padi untuk makanan sehari-hari adalah pengalaman yang tak terlupakan. Oh ya kalau Anda datang berkunjung pada Mei atau Juni, bisa berkesempatan turut memanen padi. Petani di desa ini memiliki hasil sawah andalan yani beras merah dan beras hitam yang bernilai gizi tinggi.
Menangkap Katak
Keseruan lainnya, Anda bisa berbaur dengan anak-anak desa untuk menangkap katak. Mereka dengan lincah mengintip lubang satu ke lubang lain di sepanjang pematang sawah untuk mengintai dan menangkap katak.
Anak-anak biasanya menangkap kata setiap Sabtu dan Minggu Aristo misalnya, siswa SMP ini rutin menangkap katak di sela liburnya. Aristo dan teman-temannya juga sudah lihai membedakan, lubang katak dan lubang tikus atau ular. “Jika lubang kering itu berarti berisi ular atau tikus. Tetapi jika lubang itu basah pasti di dalamnya katak, “katanya dengan pasti.
Tak kurang dari 40 katak berhasil ditangkapnya setiap minggu. Katak yang berhasil ditangkap kemudian dibawa pulang untuk dimasak dan disantap bersama keluarga dan teman.
Ehm, setelah seharian bermain di pematang sawah, saatnya berendam di kolam pemandian air panas. Iya, di desa wisata ini, juga terdapat kolam air panas untuk berendam. Dijamin, otot-otot yang seharian digunakan beraktivitas, bakal kembali lentur dengan berendam. Pendeknya, capek Anda bakal sirna. Tiket masuknya pun juga sangat murah, yakni hanya Rp2000 saja, dan Anda pun bisa berendam sepuasnya.
Usai berendam dan tubuh kembali rileks, saatnya beristirahat. Untuk mencari tempat istirahat yang nyaman, tidak perlu repot. Karena desa ini telah menyediakan homestay yang bersih, aman dan nyaman serta taat protokol kesehatan yang ketat.
Ada 17 homestay yang disediakan. Harga permalamnya hanya Rp150 ribu, termasuk tiga kali makan pada pagi, siang, dan malam. Sambil istirahat, Anda pun bisa berselancar dunia maya dengan gampang, karena sinyal di sini sangat kencang.
Menikmati Seduhan Teh Cengkeh
Pagi harinya, selain mengelilingi desa yang sangat asri untuk mencari udara segar, Anda juga bisa mengunjungi pasar tradisional. Pasar yang hanya buka dua kali seminggu yaitu Rabu dan Sabtu ini, menjual berbagai barang untuk kebutuhan sehari-hari. Yang menarik, selain berbelanja di pasar, warga juga dapat membeli kebutuhan harian mereka seperti beras, sayur mayor dan lainnya secara online, karena hasil panen sawah dan perkebunan di desa ini telah ditampung oleh Bumdes yang bernama Au Wula.Warga tinggal membuka aplikasi, klik barang yang dibutuhkan, lalu barang akan diantar oleh ojek lokal hingga ke tangan konsumen. Sangat Mudah!
Lihat Juga :