Koalisi Tradisikebaya.id Sepakat Dukung Pengajuan Kebaya ke UNESCO Lewat Single Nation
Senin, 15 Agustus 2022 - 12:44 WIB
loading...
A
A
A
“Sejak beberapa waktu lalu, kita sering didera masalah jati diri. Misalnya, klaim sebagian wilayah tanah air oleh negara lain, bahasa Indonesia yang didesak bahasa asing, lebih mencintai produk luar negeri daripada produk bangsa sendiri, dan sebagainya. Demikian pula dalam bidang budaya. Bangsa kita nyaris tak berdaya mempertahankan apa yang diwariskan para leluhur, sehingga banyak warisan yang lenyap, dibiarkan tenggelam, atau bahkan diakui oleh bangsa lain. Kita harus menjaga identitas tersebut. Sebab jika identitas kita sudah hilang, maka bisa hilang segalanya,” kata Etti.
Di tempat terpisah, pekerja seni sekaligus sobat kebaya, Dian Sastrowardoyo yang juga salah satu anggota Koalisi Tradisikebaya.id mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kebaya sebagai busana kebanggaan bangsa Indonesia. Dian Sastro berharap pemerintah bisa mencanangkan kebaya sebagai pakaian wajib yang digunakan pada hari-hari tertentu, seperti halnya batik.
“Kalau dulu kita wajib berbatik sewaktu berangkat kerja, atau ke sekolah, atau kuliah, kalau bisa suatu hari dicanangkan sama pemerintah, busana nasional atau kebaya wajib (digunakan) satu atau dua hari dalam seminggu. Supaya kita tuh balik ke tradisi, ke adat. Karena itu yang justru membedakan kita dari bangsa-bangsa lain,” tambahnya.
Menurut Dian Sastro,Indonesia harus membuktikan kepada UNESCO bahwa banyak sekali masyarakat Indonesia yang pakai kebaya. Dian Sastro juga mengajak agar masyarakat Indonesia berperan serta dalam gerakan “Kebaya Goes to UNESCO” dengan mengunggah foto di laman tradisikebaya.id.
"Aku mau ngajakin kalian semua para perempuan di Indonesia, untuk bisa berpartisipasi dalam pengajuan Kebaya. Agar ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO. Melalui Gerakan Kebaya goes to UNESCO. Caranya gampang banget kita tinggal berfoto dengan kebaya kita masing-masing. Kemudian kita unggah pada website. tradisikebaya.id Gerakan ini dimulai dari tanggap 9 agustus 2022 sampai dengan 9 Desember 2022. Yuk, makanya kita lestarikan Kebaya supaya bisa dijadikan sebagai warisan budaya dunia tak benda dari Indonesia untuk Dunia," pungkas Dian.
Di tempat terpisah, pekerja seni sekaligus sobat kebaya, Dian Sastrowardoyo yang juga salah satu anggota Koalisi Tradisikebaya.id mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kebaya sebagai busana kebanggaan bangsa Indonesia. Dian Sastro berharap pemerintah bisa mencanangkan kebaya sebagai pakaian wajib yang digunakan pada hari-hari tertentu, seperti halnya batik.
“Kalau dulu kita wajib berbatik sewaktu berangkat kerja, atau ke sekolah, atau kuliah, kalau bisa suatu hari dicanangkan sama pemerintah, busana nasional atau kebaya wajib (digunakan) satu atau dua hari dalam seminggu. Supaya kita tuh balik ke tradisi, ke adat. Karena itu yang justru membedakan kita dari bangsa-bangsa lain,” tambahnya.
Menurut Dian Sastro,Indonesia harus membuktikan kepada UNESCO bahwa banyak sekali masyarakat Indonesia yang pakai kebaya. Dian Sastro juga mengajak agar masyarakat Indonesia berperan serta dalam gerakan “Kebaya Goes to UNESCO” dengan mengunggah foto di laman tradisikebaya.id.
"Aku mau ngajakin kalian semua para perempuan di Indonesia, untuk bisa berpartisipasi dalam pengajuan Kebaya. Agar ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO. Melalui Gerakan Kebaya goes to UNESCO. Caranya gampang banget kita tinggal berfoto dengan kebaya kita masing-masing. Kemudian kita unggah pada website. tradisikebaya.id Gerakan ini dimulai dari tanggap 9 agustus 2022 sampai dengan 9 Desember 2022. Yuk, makanya kita lestarikan Kebaya supaya bisa dijadikan sebagai warisan budaya dunia tak benda dari Indonesia untuk Dunia," pungkas Dian.
(hri)
Lihat Juga :