H-FAV, Restoran Unik yang Memadukan Empat Konsep Sekaligus
Senin, 22 Agustus 2022 - 08:46 WIB
loading...
H-Fav group food and beverages hang merupakan bisnis makanan dan minuman yang mengusung hybrid concept, dimana menyatukan beberapa konsep restoran menjadi satu. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Bisnis kuliner memang tak pernah padam. Beragam macam kuliner tetap bertumbuh dengan omset yang menggiurkan. Yang terbaru, misalnya, H-Fav group food and beverages hang merupakan bisnis makanan dan minuman yang mengusung hybrid concept, dimana menyatukan beberapa konsep restoran menjadi satu.
Dijelaskan Vindy Eka Syahputra selaku Strategic Business Executive H-Fav group, restorannya siap mengusung empat macam konsep kuliner sekaligus. Hal ini dimaksudkan untuk memanjakan para konsumennya dalam memilih aneka kuliner yang akan disantap.
Yang pertama, Suk'Yaki yang merupakan perpaduan antara kuliner China dan Indonesia. "Ini diambil dari nama lelaki paruh baya keturunan China yang tinggal di Indonesia bernama Yaki, karena usianya yang paruh baya beliau sering dipanggil suk (om dalam bahasa China) dan beliau selalu suka makan hotpot," ucapnya.
Kemudian Suk’Yaki ini membuat restoran hotpot dengan konsep yang memadupadankan konsep hotpot dari negeri Cina dengan kearifan lokal, yaitu dengan kuah Nusantara.
Baca Juga: Bisnis Kuliner Ini Tepat Dilakukan di Saat Pandemi
Bedanya, bila hotpot biasa ada 2-3 kuah, maka H-Fav menawarkan 10 varian kuah. Kuah Indonesia antara lain seperti rawon, soto lamongan, soto betawi, cotto makassar, gulai, kuah bakso, dan kaldu ayam. Sementara kuah China ada tom yum, malla, kuah colagen, dan kuah obat. "Resto ini buka mulai jam 10 pagi hingga jam 4 pagi," terang Vindy.
Konsep yang kedua, Teh Anis. Ini terinsipirasi dari seorang wanita berusia 20 tahunan yang bekerja sebagai barista serta koki di salah satu kedai kopi, berparas manis dan bertutur kata lembut serta pandai membuat kopi dengan cita rasa tinggi menjadi daya tarik teteh satu ini. Wanita ini sukses membuat semua orang kembali ke kedainya dan menikmati racikan kopinya. Tamunya memanggilnya Teh Anis.
Dijelaskan Vindy Eka Syahputra selaku Strategic Business Executive H-Fav group, restorannya siap mengusung empat macam konsep kuliner sekaligus. Hal ini dimaksudkan untuk memanjakan para konsumennya dalam memilih aneka kuliner yang akan disantap.
Yang pertama, Suk'Yaki yang merupakan perpaduan antara kuliner China dan Indonesia. "Ini diambil dari nama lelaki paruh baya keturunan China yang tinggal di Indonesia bernama Yaki, karena usianya yang paruh baya beliau sering dipanggil suk (om dalam bahasa China) dan beliau selalu suka makan hotpot," ucapnya.
Kemudian Suk’Yaki ini membuat restoran hotpot dengan konsep yang memadupadankan konsep hotpot dari negeri Cina dengan kearifan lokal, yaitu dengan kuah Nusantara.
Baca Juga: Bisnis Kuliner Ini Tepat Dilakukan di Saat Pandemi
Bedanya, bila hotpot biasa ada 2-3 kuah, maka H-Fav menawarkan 10 varian kuah. Kuah Indonesia antara lain seperti rawon, soto lamongan, soto betawi, cotto makassar, gulai, kuah bakso, dan kaldu ayam. Sementara kuah China ada tom yum, malla, kuah colagen, dan kuah obat. "Resto ini buka mulai jam 10 pagi hingga jam 4 pagi," terang Vindy.
Konsep yang kedua, Teh Anis. Ini terinsipirasi dari seorang wanita berusia 20 tahunan yang bekerja sebagai barista serta koki di salah satu kedai kopi, berparas manis dan bertutur kata lembut serta pandai membuat kopi dengan cita rasa tinggi menjadi daya tarik teteh satu ini. Wanita ini sukses membuat semua orang kembali ke kedainya dan menikmati racikan kopinya. Tamunya memanggilnya Teh Anis.
Lihat Juga :