11 Fakta Sosuke Aizen, Penjahat Bleach yang Jadi Meme Kocak
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 04:04 WIB
loading...
A
A
A
4. Punya God Complex

Foto: Fanpop
Aizen tidak melepaskan jabatan Kapten-nya, mencuri Hogyoku, dan membangun pasukan arrancar karena dia merasa itu lucu. Alih-alih, Aizen itu putus asa karena tahu tidak ada sosok mirip dewa yang meremehkan semua kreasinya. Menurut Aizen, Raja Roh terlalu pasif dan tidak aktif.
Aizen percaya kalau seharusnya ada dewa seperti itu. Kalau tidak ada orang yang mau melakukannya, maka dia yang akan melakukannya. Ini adalah justifikasinya. Itu mungkin terwujud karena dia lapar kuasa dan menceritakan cerita “dewa yang hilang” untuk meyakikan hollow agar mengikutinya.
3. Dingin terhadap Pengikutnya

Foto: Giant Bomb
Sekarang, fakta ini seharusnya bukanlah kejutan besar. Aizen, dengan god complex, percaya kalau setiap kalau setiap tindakannya itu benar. Itu termasuk melecehkan anak buahnya. Aizen mengklaim kalau dia sangat peduli dengan 10 Espada dan menyuarakan keyakinannya pada mereka. Tapi, itu hanya untuk pamer.
Dia tidak peduli kalau ada dari mereka yang tewas dalam perang. Dia bahkan menyerang Halibel sat dia gagal mewujudkan harapannya. Akhirnya, Aizen memutuskan meninggalkan Espada dan melakukan semuanya seorang diri.
2. Divonis Penjara dan Disegel

Foto: Pinterest
Kapten pengkhianat ini tidak bisa lolos dengan semua ini selamanya. Dia memusuhi seluruh Soul Society, Visored, dan keluarga Kurosaki—serta Yoruichi dan Kisuke. Begitu Aizen dilumpuhkan dalam pertarungan, dia diseret ke Central 46 baru. Mereka memvonisnya dengan 18.800 tahun penjara di Muken, penjara dalam di bawah bangunan Central 46.
Alih-alih sadar, Aizen malah mengolok-olok mereka. Dia mengatakan betapa bodohnya makhluk “kurang” seperti mereka mengadilinya. Jadi, mereka kemudian menutup mulutnya dan menambah vonisnya menjadi 20.000 tahun penjara sebelum menyegelnya.
Baca Juga: 8 Penjahat Anime Terkuat yang Nyaris Tak Bisa Dikalahkan
1. Percaya pada Harapan

Foto: Otakukart
Dari semua kejahatannya, Aizen punya satu sifat yang tak terduga, yaitu keyakinannya pada kekuatan harapan. Dia beharap kalau dia bisa menjadi dewa dan membuat dunia komplet. Keyakinnya pada harapan ini membuatnya berseberangan dengan bapaknya Quincy, Yhwach.
Tak seperti Aizen, Yhwach ingin menggabungkan hidup dan mati ke satu kesatuan, di mana tidak ada orang yang takut pada kematian. Aizen berpendapat kalau menolak kematian dan berjuang untuk memberikan orang harapan serta dunia abu-abu tanpa kematian itu berarti keputusasaan total. Di mata Aizen, kematian itu kejahatan untuk memberi arti dalam kehidupan.
(alv)
Lihat Juga :