Daniel Mananta Terkejut saat Dengar Jawaban UAS soal Fenomena Dukun: Ini Bakal Problem
Minggu, 04 September 2022 - 10:42 WIB
loading...
Daniel Mananta sempat terkejut saat mendengar jawaban Ustaz Abdul Somad atau UAS saat ditanya terkait fenomena dukun di Indonesia. Foto/YouTube Daniel Mananta Network
A
A
A
JAKARTA - Daniel Mananta sempat terkejut saat mendengar jawaban Ustaz Abdul Somad atau UAS saat ditanya terkait fenomena dukun di Indonesia. Hal itu diketahui dalam podcast yang ditayangkan di Channel YouTube Daniel Mananta Network.
"Ngomongin soal hujan saya jadi ingat soal pawang hujan. Saya penasaran karena sekarang banyak orang yang mereka berserah kepada dukun daripada sama Allah. Pandangan ustaz sendiri bagaimana?" tanya Daniel kepada UAS yang dikutip, Minggu 4 September 2022.
Lantas, UAS yang mendapatkan pertanyaan secara tegas menjelaskan soal istilah pawang hujan dan perdukunan. Bahkan, UAS menjelaskan perbedaan mencolok antara ustaz dengan dukun. Menurutnya, Ustaz meminta pertolongan sama Allah SWT.
"Sedangkan dukun, dia minta sama setan, kepada musuh Tuhan. Jadi kita diajarkan untuk menjauhi yang tidak baik. Sedangkan dukun lebih kepada hamba setan," tegas UAS.
Baca Juga: Sempat Dikira Jadi Mualaf setelah Bertemu UAS, Daniel Mananta: Terserah Penonton Aja
">"Ngomongin soal hujan saya jadi ingat soal pawang hujan. Saya penasaran karena sekarang banyak orang yang mereka berserah kepada dukun daripada sama Allah. Pandangan ustaz sendiri bagaimana?" tanya Daniel kepada UAS yang dikutip, Minggu 4 September 2022.
Lantas, UAS yang mendapatkan pertanyaan secara tegas menjelaskan soal istilah pawang hujan dan perdukunan. Bahkan, UAS menjelaskan perbedaan mencolok antara ustaz dengan dukun. Menurutnya, Ustaz meminta pertolongan sama Allah SWT.
"Sedangkan dukun, dia minta sama setan, kepada musuh Tuhan. Jadi kita diajarkan untuk menjauhi yang tidak baik. Sedangkan dukun lebih kepada hamba setan," tegas UAS.
Baca Juga: Sempat Dikira Jadi Mualaf setelah Bertemu UAS, Daniel Mananta: Terserah Penonton Aja
Tak hanya itu, UAS juga menjelaskan fenomena dukun ini juga pernah melanda Eropa di masa Rennaisance sekitar abad ke-15. Menurut UAS, saat itu banyak orang yang mengaku sebagai dukun ditangkap lalu disuruh bertobat.
"Jauh sebelum itu, pada masa setelah Nabi Muhammad meninggal, diadakan razia dukun. Semua dukun ditangkap, disuruh bertobat," ucap UAS.
Suami Fatimah Az Zahra Salim Barabud ini berpendapat jika Indonesia ingin bersih dari praktik perdukunan maka harus dimulai dengan menangkap dukun-dukun yang ada.