12 Film dengan CGI Paling Jelek, Ada yang Masuk Nominasi Oscar
Minggu, 11 September 2022 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Reboot King Kong yang dilakukan Peter Jackson ini menampilkan cerita yang indah dan langkah besar dalam motion capture. Sayang, CGI-nya masih terlihat tidak realistik dan sering membawa audiens keluar dari atmosfir film. Motion capture-nya, yang dilakukan veteran Andy Serkis, memberi Kong setting gerakan realistis.
Tapi, cara Kong berinteraksi dengan lingkungannya sangat mengejutkan. Audiens dengan jelas bisa membedakan apa itu efek praktis dan apa yang dilakukan dengan CGI. Selain itu, lingkungan CGI seperti hutan dan kotanya gagal memberikan kesan. Bahkan, sejumlah CGI awal menua dengan baik. Tapi, banyak lingkungan King Kong seperti video game murahan ketimbang blockbuster Hollywood.
![12 Film dengan CGI Paling Jelek, Ada yang Masuk Nominasi Oscar]()
Foto: The Movie Isle
Cats direspons dengan buruk baik oleh audiens dan kritikus. Film ini jadi terkenal karena visual yang aneh dan ganjil. Adaptasi live action drama Broadway ini kehilangan kredibilitasnya karena menciptakan hybrid manusia/kucing CGI. Apalagi, karakternya berukuran terlalu kecil kalau dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Ini artinya, penungukurannya juga tidak pas dengan linkungan digital yang diciptakan artis.
Cats sebenarnya adalah film belum selesai yang terburu-buru ditayangkan di bioskop. Ini terlihat dengan banyaknya elemen karakter yang belum selesai, termasuk tangan manusia, bukan cakar. Selain itu, penonton dengan cepat menunjuk buruknya pencahayaan di banyak adegan, yang membuat karakternya terlihat lebih tidak realistis dan aneh.
![12 Film dengan CGI Paling Jelek, Ada yang Masuk Nominasi Oscar]()
Foto: IMDb
Ang Lee menukangi versi bioskop live action pertama Hulk. Kritikus CGI She-Hulk akan punya sedikit masalah dengan penggunaan CGI Hulk untuk menghidupkan karakter itu di layar lebar. Sementara transformasi karakter itu ditangani dengan baik, model sebenarnya karakter itu cacat dan tidak bergerak dengan baik.
Masalah lain dengan film ini adalah penggunaan CGI berlebihan untuk menciptakan musuh baru seperti Hulk Dogs. Ancaman berisi gamma itu ditujukan agar mengganggu, tapi malah terlihat seperti kartun. Hulk mungkin salah satu superhero film terkuat. Tapi kekuatannya hilang akibat CGI yang jelek.
![12 Film dengan CGI Paling Jelek, Ada yang Masuk Nominasi Oscar]()
Foto: MovieWeb
Catwoman menampilkan seleksi aneh CGI yang terlalu digayakan. Sebagian besar terjadi saat adegan aksi atau akrobatik, dengan sutradaranya lebih suka model CGI Catwoman yang melakukan aksi itu ketimbang manusia. Ini adalah keputusan yang buruk. Sebagian besar CGI acrobat membuat karakternya terlihat elastis dan cair.
CGI jelek Catwoman diperburuk dengan keputusan pembuat film untuk membuat Catwoman puluhan kali melompat ke udara dan mulai berjalan seperti penggoda yang berkeliaran. Sudah menjadi rahasia umum kalau sebagian besar anggaran film digunakan untuk membayar bintang daripada departemen VFX, dan itu ditampilkan di layar.
![12 Film dengan CGI Paling Jelek, Ada yang Masuk Nominasi Oscar]()
Foto: India Times
Film kedua dari trilogi The Matrix ini adalah film yang menghibur dengan menampilkan konsep hebat. Tapi, film ini jauh terlalu ambisius di masanya. Audiens bisa memaafkan sekuens aksi dan stunt-nya karena realitas simulasi film itu. Sayang, ada satu adegan yang terlalu kacau bagi penggemar.
Pertarungan Neo melawan ratusan klona Agen Smith tidak pas bahkan untuk standar game PS2. Model karaker Neo bukan manusia dan jelas ada green screen di awal dan akhir. Sementara adegan ini sangat bisa dinikmati karena sudah ditiru di banyak media, sangat sulit untuk mengabaikan karakter CGI yang jelek itu.
Tapi, cara Kong berinteraksi dengan lingkungannya sangat mengejutkan. Audiens dengan jelas bisa membedakan apa itu efek praktis dan apa yang dilakukan dengan CGI. Selain itu, lingkungan CGI seperti hutan dan kotanya gagal memberikan kesan. Bahkan, sejumlah CGI awal menua dengan baik. Tapi, banyak lingkungan King Kong seperti video game murahan ketimbang blockbuster Hollywood.
8. Cats — 2019

Foto: The Movie Isle
Cats direspons dengan buruk baik oleh audiens dan kritikus. Film ini jadi terkenal karena visual yang aneh dan ganjil. Adaptasi live action drama Broadway ini kehilangan kredibilitasnya karena menciptakan hybrid manusia/kucing CGI. Apalagi, karakternya berukuran terlalu kecil kalau dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Ini artinya, penungukurannya juga tidak pas dengan linkungan digital yang diciptakan artis.
Cats sebenarnya adalah film belum selesai yang terburu-buru ditayangkan di bioskop. Ini terlihat dengan banyaknya elemen karakter yang belum selesai, termasuk tangan manusia, bukan cakar. Selain itu, penonton dengan cepat menunjuk buruknya pencahayaan di banyak adegan, yang membuat karakternya terlihat lebih tidak realistis dan aneh.
7. Hulk — 2003

Foto: IMDb
Ang Lee menukangi versi bioskop live action pertama Hulk. Kritikus CGI She-Hulk akan punya sedikit masalah dengan penggunaan CGI Hulk untuk menghidupkan karakter itu di layar lebar. Sementara transformasi karakter itu ditangani dengan baik, model sebenarnya karakter itu cacat dan tidak bergerak dengan baik.
Masalah lain dengan film ini adalah penggunaan CGI berlebihan untuk menciptakan musuh baru seperti Hulk Dogs. Ancaman berisi gamma itu ditujukan agar mengganggu, tapi malah terlihat seperti kartun. Hulk mungkin salah satu superhero film terkuat. Tapi kekuatannya hilang akibat CGI yang jelek.
6. Catwoman — 2004

Foto: MovieWeb
Catwoman menampilkan seleksi aneh CGI yang terlalu digayakan. Sebagian besar terjadi saat adegan aksi atau akrobatik, dengan sutradaranya lebih suka model CGI Catwoman yang melakukan aksi itu ketimbang manusia. Ini adalah keputusan yang buruk. Sebagian besar CGI acrobat membuat karakternya terlihat elastis dan cair.
CGI jelek Catwoman diperburuk dengan keputusan pembuat film untuk membuat Catwoman puluhan kali melompat ke udara dan mulai berjalan seperti penggoda yang berkeliaran. Sudah menjadi rahasia umum kalau sebagian besar anggaran film digunakan untuk membayar bintang daripada departemen VFX, dan itu ditampilkan di layar.
5. The Matrix Reloaded — 2003

Foto: India Times
Film kedua dari trilogi The Matrix ini adalah film yang menghibur dengan menampilkan konsep hebat. Tapi, film ini jauh terlalu ambisius di masanya. Audiens bisa memaafkan sekuens aksi dan stunt-nya karena realitas simulasi film itu. Sayang, ada satu adegan yang terlalu kacau bagi penggemar.
Pertarungan Neo melawan ratusan klona Agen Smith tidak pas bahkan untuk standar game PS2. Model karaker Neo bukan manusia dan jelas ada green screen di awal dan akhir. Sementara adegan ini sangat bisa dinikmati karena sudah ditiru di banyak media, sangat sulit untuk mengabaikan karakter CGI yang jelek itu.
Lihat Juga :