Gejala dan Cara Cegah Listeria karena Ikan Asap yang Lagi Heboh di Inggris

Selasa, 13 September 2022 - 06:06 WIB
loading...
Gejala dan Cara Cegah Listeria karena Ikan Asap yang Lagi Heboh di Inggris
Pakar keamanan pangan di Inggris baru-baru ini mengungkapkan tingginya kasus keracunan Listeria pada ikan siap saji, salah satunya salmon asap. Foto/Getty Images
A A A
JAKARTA - Pakar keamanan pangan di Inggris baru-baru ini mengungkapkan tingginya kasus keracunan Listeria pada ikan siap saji, salah satunya salmon asap.

Food Standards Agency (FSA) mencatat, setidaknya terdapat delapan kasus Listeriosis di Inggris sepanjang tahun ini, salah satunya terjadi pada wanita hamil. Para ahli memberikan peringatan terkait bahaya listeriosis atau bakteri listeria pada kehamilan yang dapat menyebabkan keguguran dan sepsis berat (keracunan darah) atau meningitis pada bayi baru lahir.

Lantas, apakah sebenarnya bakteri listeria itu? Berikut ulasannya, dikutip dari beberapa sumber, Senin (12/9/2022).

Baca Juga: Apa Itu People Pleaser yang Dapat Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental?

Bakteri listeria atau Listeria Monocytogenes adalah suatu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Orang sehat juga dapat terinfeksi bakteri Listeria, dengan gejala jangka pendek yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut, dan diare. Listeriosis merupakan nama penyakit yang disebabkan oleh bakteri L. monocytogenes.

Gejala Listeriosis dapat muncul kapan saja yakni antara 3-70 hari pascainfeksi bakteri Listeria, rata-rata biasanya sekitar 21 hari. Gejala umumnya yaitu demam, nyeri otot, disertai mual atau diare (kurang umum).

Jika infeksi menyebar ke sistem saraf pusat (SSP), gejala dapat mencakup sakit kepala, kaku pada leher, bingung, kehilangan keseimbangan, dan terkadang mengalami kejang.

Baca Juga: Apakah Ikan Tongkol Mengandung Kolesterol? Ini Penjelasannya

Wanita hamil yang terinfeksi bakteri Listeria biasanya akan mengalami gejala seperti flu ringan. Namun, infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, infeksi pada bayi yang baru lahir, atau bayi lahir mati.

Gejala juga biasanya muncul pada bayi baru lahir di minggu pertama kehidupan, tetapi dapat pula terjadi di kemudian hari. Gejala pada bayi baru lahir sering tidak terlihat, namun dapat berupa tanda seperti lekas marah, demam, dan tidak mau makan.

Selain olahan ikan siap saji atau olahan ikan mentah, sumber penularan bakteri Listeria dapat terjadi pada beberapa aspek mulai dari pemilihan makanan, pengolahan, hingga penyajian.

Pada pemilihan makanan penularan biasanya terjadi pada produk seperti susu mentah, susu yang proses pasteurisasinya kurang benar, keju (terutama jenis keju yang dimatangkan secara lunak), es krim, sayuran mentah, sosis dari daging mentah yang difermentasi, daging unggas mentah dan yang sudah dimasak, serta semua jenis daging mentah.

Pada saat pengolahan makanan, juga dapat terjadi penularan jika menggunakan alat masak yang telah terkontaminasi L. monocytogenes.

Pencegahan Listeriosis

Berikut terdapat beberapa langkah pencegahan agar terhindar dari infeksi bakteri Listeria:

1. Bilas bahan mentah dengan air mengalir seperti buah-buahan dan sayuran, sebelum dimakan, dipotong, atau dimasak. Bahkan jika hasil tersebut sudah dikupas, tetap harus dicuci terlebih dulu.

2. Menggosok produk hasil pertanian seperti melon dan mentimun, dengan menggunakan sikat bersih sebelum disimpan, dan keringkan produk dengan kain bersih atau kertas.

3. Pisahkan daging mentah dan unggas dari sayuran, makanan matang, dan makanan siap-saji.

4. Cuci peralatan masak, berupa alat atau alas pemotong yang telah digunakan untuk daging mentah, unggas, produk-produk hewani sebelum digunakan pada produk makanan lain.

5. Cuci tangan menggunakan sabun sebelum mengolah makanan, dan saat akan makan.

6. Pencegahan secara total mungkin tidak dapat dilakukan, namun makanan yang dimasak, dipanaskan dan disimpan dengan benar umumnya aman dikonsumsi karena bakteri ini akan mati pada temperatur 75 derajat celsius.
(tsa)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3555 seconds (11.210#12.26)