Sosok Pasangan yang Diharapkan Perempuan yang Dekat dengan Ayah
Kamis, 02 Juli 2020 - 17:32 WIB
loading...
Umumnya perempuan menyukai pria seperti ayah mereka baik secara fisik maupun kepribadian. Foto Ilustrasi/TeenLife
A
A
A
JAKARTA - Seorang anak, terutama perempuan yang dekat dengan ayah, memiliki kecenderung untuk mencari pasangan yang serupa dengan orangtuanya itu. Hal ini dikarenakan perempuan merupakan sosok yang selektif dalam mencari pasangan.
"Sekalipun tidak dekat dengan ayahnya namun memiliki kesadaran tinggi, ia akan sangat selektif memilih pasangan hidup," kata psikolog anak dan keluarga Samanta Ananta, M.Psi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (2/7). (Baca Juga: Cara Atasi Kehilangan Orang Terdekat Menurut Ahli )
Hanya, disayangkan masih banyak perempuan yang belum sadar untuk menerapkan pemilihan pasangan secara selektif sehingga melakukan sabotase diri (self sabotage) dalam memilih calon pendampingnya. Menurut Samanta, banyak yang masih melihat pernikahan sebagai gerbang pelarian dari masalah di rumah.
"Yang mengakibatkan kualitas hubungan pernikahan jadi tidak baik, yang dimulai dengan toleransi tinggi dari masa pacaran dengan mengatakan "ah, nggak apa-apa, nanti kalau sudah menikah bisa berubah kok"," ujar Samanta.
"Perlu disadari, pernikahan bukan untuk mengubah orang dan orang tidak berubah karena menikah," sambungnya.
"Sekalipun tidak dekat dengan ayahnya namun memiliki kesadaran tinggi, ia akan sangat selektif memilih pasangan hidup," kata psikolog anak dan keluarga Samanta Ananta, M.Psi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (2/7). (Baca Juga: Cara Atasi Kehilangan Orang Terdekat Menurut Ahli )
Hanya, disayangkan masih banyak perempuan yang belum sadar untuk menerapkan pemilihan pasangan secara selektif sehingga melakukan sabotase diri (self sabotage) dalam memilih calon pendampingnya. Menurut Samanta, banyak yang masih melihat pernikahan sebagai gerbang pelarian dari masalah di rumah.
"Yang mengakibatkan kualitas hubungan pernikahan jadi tidak baik, yang dimulai dengan toleransi tinggi dari masa pacaran dengan mengatakan "ah, nggak apa-apa, nanti kalau sudah menikah bisa berubah kok"," ujar Samanta.
"Perlu disadari, pernikahan bukan untuk mengubah orang dan orang tidak berubah karena menikah," sambungnya.
Lihat Juga :