Sinetron Dendam Sampai Mati MNCTV Hadirkan Unsur Mistis

Selasa, 20 September 2022 - 19:03 WIB
loading...
Sinetron Dendam Sampai Mati MNCTV Hadirkan Unsur Mistis
MNCTV kembali menghadirkan sinetron baru berjudul Dendam Sampai Mati. Sinetron ini menghadirkan unsur mistis yang membuatnya berbeda dari tayangan lainnya. Foto/Melati Pratiwi
A A A
JAKARTA - MNCTV kembali menghadirkan sinetron baru berjudul Dendam Sampai Mati . Sinetron ini menghadirkan unsur mistis yang membuatnya berbeda dari tayangan lainnya.

Sam Sarumpaet selaku sutradar Dendam Sampai Mati menjelaskan, ada alasan khusus mengapa unsur mistis sendiri dipilih untuk mewarnai sinetron yang dibintangi oleh Dea Lestari dan Rendy Septino ini.

"Ada unsur mistisnya, ini lagi trend sekarang. Itu juga salah satu resep bagaimana kita bisa mendekatkan diri kepada penonton," kata Sam ditemui di lokasi syuting Dendam Sampai Mati, Selasa (20/9/2022).

Namun meskipun begitu, mistis yang disajikan bukan tentang dunia perhatuan yang akan menakuti penonton. Sam lantas membeberkan sedikit sisi mistis dari sinetron garapannya ini.

Baca Juga: Berbagai Reaksi Warganet Merespons Trailer Perdana Sinetron Terbaru Dendam Sampai Mati

"Jadi tokoh ibu, istri dari tokoh utama ini meninggal karena kecelakaan, dan karena ada sesuatu yang belum terpuaskan semasa hidupnya. Dia jadi seperti penasaran tapi tidak dalam arti yang negatif," jelas Sam.

Dari sisi mistis dalam sinetron Dendam Sampai Mati ini, Sam juga ingin menunjukan bahwa cinta bisa terbawa walau seseorang telah mati sekalipun.

Secara garis besar, sinetron Dendam Sampai Mati mengisahkan seorang istri bernama Mutia yang meninggal dunia. Sosok Mutia di alam lain masih menyimpan dendam lantaran sempat dikhianati oleh suaminya sendiri semasa hidup.

Selain unsur mistis, Dendam Sampai Mati juga menyajikan sisi komedi hingga drama yang akan menghibur penonton. Saksikan Dendam Sampai Mati hanya di MNCTV setiap Selasa sampai Minggu pukul 21.00 WIB.

Baca Juga: 3 Film Netflix Khusus 21 Tahun ke Atas, Nomor 2 Vulgar Banget
(dra)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1035 seconds (10.55#12.26)