Waspadai Cuaca Ekstrem! Dampaknya Buruk buat Pasien Gagal Jantung
Rabu, 28 September 2022 - 09:28 WIB
loading...
Cuaca ekstrem ternyata bisa memberikan dampak yang buruk bagi pasien gagal jantung. Foto Ilustrasi/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Cuaca ekstrem ternyata bisa memberikan dampak yang buruk bagi pasien gagal jantung.
Pasien gagal jantung kronik kebanyakan memiliki kondisi jantung yang tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh secara efisien. Kondisi tersebut memungkinkan limbah dalam tubuh menumpuk yang mengakibatkan gejala seperti gangguan di paru-paru, penumpukan cairan, edema, retensi cairan, kelelahan, pusing, dan detak jantung tidak teratur atau terlalu cepat.
Untuk meminimalisir dampak tersebut, dokter biasanya meresepkan obat diuretik atau yang lebih dikenal dengan 'pil air' yang berfungsi meningkatkan produksi urin, sehingga dapat mengurangi sesak napas dan pembengkakan. Obat ini meningkatkan jumlah air dan garam yang dikeluarkan melalui urin.
Baca Juga: Berat Badan Turun Cepat Potensi Sebabkan Serangan Jantung? Ini Faktanya
Nah, para peneliti di University of Montpellier, Prancis, berhipotesis bahwa akan ada perubahan berat badan di antara pasien gagal jantung selama cuaca ekstrem berlangsung, seperti saat ini, dan perubahan tersebut dapat dinilai menggunakan telemonitoring.
Pasien gagal jantung kronik kebanyakan memiliki kondisi jantung yang tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh secara efisien. Kondisi tersebut memungkinkan limbah dalam tubuh menumpuk yang mengakibatkan gejala seperti gangguan di paru-paru, penumpukan cairan, edema, retensi cairan, kelelahan, pusing, dan detak jantung tidak teratur atau terlalu cepat.
Untuk meminimalisir dampak tersebut, dokter biasanya meresepkan obat diuretik atau yang lebih dikenal dengan 'pil air' yang berfungsi meningkatkan produksi urin, sehingga dapat mengurangi sesak napas dan pembengkakan. Obat ini meningkatkan jumlah air dan garam yang dikeluarkan melalui urin.
Baca Juga: Berat Badan Turun Cepat Potensi Sebabkan Serangan Jantung? Ini Faktanya
Nah, para peneliti di University of Montpellier, Prancis, berhipotesis bahwa akan ada perubahan berat badan di antara pasien gagal jantung selama cuaca ekstrem berlangsung, seperti saat ini, dan perubahan tersebut dapat dinilai menggunakan telemonitoring.
Lihat Juga :