Apakah Minuman Manis Kemasan Sebabkan Diabetes? Ini Penjelasan Ahli Gizi
Jum'at, 30 September 2022 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Sehubungan dengan itu, pola pikir yang kritis didukung oleh dr Cindiawaty untuk menjaga asupan gula setiap harinya.
"jadi lebih dikahwatirkan di toko? iya. kecuali sudah dituliskan jadi kita bisa mengaturnya. Sehingga pembelinya harus pandai untuk memahami kontrol gulanya berapa," jelasnya.
Sekadar informasi di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 dan tahun 2018 menunjukkan bahwa tren prevalensi penyakit Diabetes Melitus di Indonesia meningkat dari 6,9% menjadi 8,5 %, prevalensi penyakit DM menurut diagnosa dokter meningkat dari 1,2% menjadi 2%.
Menurut Kementerian Kesehatan patut menjadi perhatian, karena peningkatan prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada anak muda meningkat 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir.
Data tahun 2015 menunjukkan prevalensi berat badan berlebih pada anak-anak usia 5-19 tahun dari 8,6% pada 2006 menjadi 15,4% pada 2016 dan obesitas pada anak-anak usia 5-19 tahun dari 2,8% pada 2006 menjadi 6,1% pada 2016.
"jadi lebih dikahwatirkan di toko? iya. kecuali sudah dituliskan jadi kita bisa mengaturnya. Sehingga pembelinya harus pandai untuk memahami kontrol gulanya berapa," jelasnya.
Sekadar informasi di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 dan tahun 2018 menunjukkan bahwa tren prevalensi penyakit Diabetes Melitus di Indonesia meningkat dari 6,9% menjadi 8,5 %, prevalensi penyakit DM menurut diagnosa dokter meningkat dari 1,2% menjadi 2%.
Menurut Kementerian Kesehatan patut menjadi perhatian, karena peningkatan prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada anak muda meningkat 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir.
Data tahun 2015 menunjukkan prevalensi berat badan berlebih pada anak-anak usia 5-19 tahun dari 8,6% pada 2006 menjadi 15,4% pada 2016 dan obesitas pada anak-anak usia 5-19 tahun dari 2,8% pada 2006 menjadi 6,1% pada 2016.
(hri)
Lihat Juga :