Jadi Pelopor Gula Bervitamin, GulaVit Sosialisasikan Pentingnya Gaya Hidup Sehat
Senin, 03 Oktober 2022 - 17:42 WIB
loading...
A
A
A
Melalui Program “Road Show Ketua Umum Dharma Pertiwi Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting”, GulaVit memberikan edukasi dan demo Masak di sejumlah provinsi yang mencatat angka prevalensi stunting tinggi.
Sejumlah daerah sasaran yang sudah dikunjungi selama kurun waktu Agustus hingga September 2022 adalah Jawa Barat, Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
Stunting atau bayi kerdil merupakan masalah kesehatan yang mendapat perhatian serius pemerintah. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%. Target penurunan stunting secara nasional adalah 14 % pada tahun 2024.
Menurut Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), salah satu upaya mencegah stunting adalah dengan memastikan ibu hamil mendapatkan asupan makanan bergizi. Salah satunya adalah asupan vitamin A.
“Sebagai pelopor gula bervitamin di Indonesia, GulaVit terpanggil untuk mensosialisasikan & memberikan edukasi gaya hidup sehat, memasak makanan sehat, murah dengan cara memasak yang benar,” ujar Direktur Utama GulaVit, Randy Suparman.
Selain dengan Dharma Pertiwi dan BKKBN, GulaVit juga bekerjasama dengan kader kesehatan di sejumlah Posyandu dan PKK. Salah satunya di Posyandu dan PKK RW 07 kelurahan Jatirasa, Jatiasih, Bekasi.
Sejumlah daerah sasaran yang sudah dikunjungi selama kurun waktu Agustus hingga September 2022 adalah Jawa Barat, Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
Stunting atau bayi kerdil merupakan masalah kesehatan yang mendapat perhatian serius pemerintah. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%. Target penurunan stunting secara nasional adalah 14 % pada tahun 2024.
Menurut Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), salah satu upaya mencegah stunting adalah dengan memastikan ibu hamil mendapatkan asupan makanan bergizi. Salah satunya adalah asupan vitamin A.
“Sebagai pelopor gula bervitamin di Indonesia, GulaVit terpanggil untuk mensosialisasikan & memberikan edukasi gaya hidup sehat, memasak makanan sehat, murah dengan cara memasak yang benar,” ujar Direktur Utama GulaVit, Randy Suparman.
Selain dengan Dharma Pertiwi dan BKKBN, GulaVit juga bekerjasama dengan kader kesehatan di sejumlah Posyandu dan PKK. Salah satunya di Posyandu dan PKK RW 07 kelurahan Jatirasa, Jatiasih, Bekasi.
Lihat Juga :