CERMIN: Tragedi di Balik Badai Katrina

Rabu, 05 Oktober 2022 - 15:00 WIB
loading...
CERMIN: Tragedi di Balik...
Miniseri Five Days at Memorial menyajikan kisah dilema dan kontroversi keputusan seorang dokter di tengah bencana alam. Foto/Apple TV
A A A
JAKARTA - Tahun 2005. Saya masih membangun karier sebagai promoter film di Makassar dan Badai Katrina meluluhlantakkan seantero kota New Orleans.

Saya bergidik membaca tulisan berjudul The Deadly Choices at Memorial yang ditulis Sheri Fink dan dimuat di New York Times. Sheri menulis tulisan panjang itu dengan deskripsi luar biasa yang membuat siapa pun berusaha membayangkan sejelas mungkin yang terjadi di Memorial Medical Center di New Orleans selama badai berlangsung. Kelak tulisan ini diganjar penghargaan jurnalisme paling prestisius, Pulitzer.

Bau kematian menguar pekat ketika tim investigasi memasuki rumah sakit yang menjadi pertahanan terakhir selama Badai Katrina yang dahsyat yang terjadi pada 2005 itu. Sebanyak 45 mayat ditemukan di kapel dan yang menjadi pertanyaan besar, siapa yang bertanggung jawab atas sebegitu banyaknya mayak yang bergelimpangan itu?

Miniseri Five Days at Memorialyang tayang di Apple TV lahir dari kreator John Ridley. Hasil karyanya yang paling teringat tentu saja kisah perbudakan 12 Years a Slave. Sebelum memutuskan untuk menggarap serial ini, John mengirim tulisan Sheri terlebih dahulu ke ayahnya yang seorang pensiunan dokter. Pertanyaan yang hinggap di kepala John dan mungkin kita semua adalah, "Apa yang sesungguhnya terjadi selamalima hari di rumah sakit itu?"

CERMIN: Tragedi di Balik Badai Katrina

Foto: Apple TV

Saya akui akan bias memandang karakter utama dalam serial ini, dokter Anna Pou. Karena saya juga menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar, maka saya akan lebih mungkin bersimpati pada yang Anna lakukan untuk pasiennya.

Di tengah badai dan tak ada kemungkinan untuk selamat keluar darinya, jalan keluar apa yang bisa kita tawarkan pada pasien, khususnya pasien dengan penyakit terminal?

Baca Juga: CERMIN: Menemukan Cinta (Lagi) di Bali

Bayangkan ini. Badai menghajar seantero kota selama lima hari. Pertama-tama, air mengepung dan siapa pun tak bisa keluar. Kedua, tak ada aparat atau organ pemerintah yang bersiaga memberi pertolongan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dihantam Badai, Patung...
Dihantam Badai, Patung Liberty Roboh dan Hancur Berkeping-keping
1 Juta Warga Filipina...
1 Juta Warga Filipina Diminta Mengungsi ketika Topan Super Fung-wong Mendekat
China Paksa Warga yang...
China Paksa Warga yang Memiliki Berat Badan di Bawah 50 Kg untuk Tetap Di rumah, Ada Apa Gerangan?
Rekomendasi
Kolaborasikan Musik-UMKM,...
Kolaborasikan Musik-UMKM, Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers
FIFA Cabut Skorsing...
FIFA Cabut Skorsing Balogun, Trump Diduga Intervensi
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
Berita Terkini
Konflik dengan Sarwendah...
Konflik dengan Sarwendah Bikin Ruben Onsu Stres, Sahabat: Dia Sudah Sangat Capek
Rebranding Fave Pamanukan...
Rebranding Fave Pamanukan Hadirkan Standar Baru Hotel Budget di Pantura
Maternity Shoot Angga...
Maternity Shoot Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Perhiasan Rp2,88 Miliar Jadi Sorotan
Hidung Lisa BLACKPINK...
Hidung Lisa BLACKPINK Terlihat Lebih Mancung, Operasi Plastik?
Teman Belanja Pintar...
Teman Belanja Pintar di Era Serba Cepat, Kini Hadir Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba
5 Rekomendasi Menu Sarapan...
5 Rekomendasi Menu Sarapan Selain Yogurt yang Baik untuk Kesehatan Usus
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved