Pongki Barata Kembali Hadirkan Single dengan Kemasan City Pop
Minggu, 09 Oktober 2022 - 03:17 WIB
loading...
A
A
A
"Single Pertemuan Kedua ini kalau secara musik terjebak di era 80 akhir di 90-an awal seperti Trio Libels, Rick Astley, Jason Donovan. Dan saya pengin buat karya seperti itu, tapi yang full album. Saya pelajari synth dan dari sisi lirik saya ambil tema familiar agar enggak sulit tema ketemu mantan," jelas Pongki saat ditemui di Plaza Semanggi, Jakarta, Sabtu (8/10/2022).
Pongki menuturkan lagu Pertemuan Kedua itu menceritakan tentang mereka yang berjumpa kembali dengan mantan setelah sekian lama tidak bertemu. Khusus di lagu ini, pria pemilik nama asli Stefanus Pongki Tri Barata itu mengangkat cerita mengenai upaya hadirnya seseorang mantan untuk memeluk seseorang, meski dia tak terlihat.
"lde lagu ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Tapi baru diselesaikan di tahun 2022 awal. Demo lagu ini tersimpan di handphone saya," kata dia.
Lagu Pertemuan Kedua diproduseri sendiri oleh Pongki, dan Tommy Widodo sebagai co-producer. Uniknya, proses penggarapan dilakukan dari jarak jauh di dua tempat yakni kediaman Pongki di Jakarta dan Tommy di Solo.
"Aku mengerjakannya dengan kerangka sound-sound yang menurut aku pas dengan suasana synth pop atau city pop atau dance pop, yang berdasarkan dari sound-sound synthesizer. Tommy sebagai co-producer menyempurnakan dengan sound-sound synth yang lebih akurat, karena soundbank-nya lebih lengkap, dan dia memang seorang kibordis, jadi pilihan-pilihan sound-nya jelas lebih sempurna," tuturnya.
Pongki menuturkan lagu Pertemuan Kedua itu menceritakan tentang mereka yang berjumpa kembali dengan mantan setelah sekian lama tidak bertemu. Khusus di lagu ini, pria pemilik nama asli Stefanus Pongki Tri Barata itu mengangkat cerita mengenai upaya hadirnya seseorang mantan untuk memeluk seseorang, meski dia tak terlihat.
"lde lagu ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Tapi baru diselesaikan di tahun 2022 awal. Demo lagu ini tersimpan di handphone saya," kata dia.
Lagu Pertemuan Kedua diproduseri sendiri oleh Pongki, dan Tommy Widodo sebagai co-producer. Uniknya, proses penggarapan dilakukan dari jarak jauh di dua tempat yakni kediaman Pongki di Jakarta dan Tommy di Solo.
"Aku mengerjakannya dengan kerangka sound-sound yang menurut aku pas dengan suasana synth pop atau city pop atau dance pop, yang berdasarkan dari sound-sound synthesizer. Tommy sebagai co-producer menyempurnakan dengan sound-sound synth yang lebih akurat, karena soundbank-nya lebih lengkap, dan dia memang seorang kibordis, jadi pilihan-pilihan sound-nya jelas lebih sempurna," tuturnya.
Lihat Juga :