KDRT Lesti Kejora Bisa Berdampak Bagi Perkembangan Baby L, Ini Kata Psikolog
Minggu, 09 Oktober 2022 - 13:55 WIB
loading...
Kasus dugaan KDRT yang dialami Lesti Kejora bisa berdampak bagi psikologis putranya, Muhammad Leslar Al-Fatih Billar alias baby L. Foto/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Kasus dugaan KDRT yang dialami Lesti Kejora bisa berdampak bagi psikologis putranya, Muhammad Leslar Al-Fatih Billar alias baby L.
Menurut salah satu psikolog, Mintarsih mengatakan bahwa dampak yang terjadi pada anak, tergantung pada jenis KDRT yang dialami berat atau tidak.
"Kita lihat KDRT-nya seberat bagaimana apakah parah dan apakah disaksikan langsung oleh anak-anaknya atau di dengar saja atau hanya cerita," kata Mintarsih selalu salah satu psikolog, dikutip dari kanal YouTube KH Infotainment, Minggu (9/10/2022).
Setelah itu, dampak psikologis sang anak juga dipengaruhi dari usia. Jika usia sang anak masih kecil di bawah satu tahun mereka cenderung belum mengerti. Namun bila sudah cukup mengerti dampaknya bisa sangat berbahaya salah satunya jiwanya terguncang.
Baca Juga: Lesti Kejora Alami KDRT, Begini Respons Kedua Orang Tuanya
">Menurut salah satu psikolog, Mintarsih mengatakan bahwa dampak yang terjadi pada anak, tergantung pada jenis KDRT yang dialami berat atau tidak.
"Kita lihat KDRT-nya seberat bagaimana apakah parah dan apakah disaksikan langsung oleh anak-anaknya atau di dengar saja atau hanya cerita," kata Mintarsih selalu salah satu psikolog, dikutip dari kanal YouTube KH Infotainment, Minggu (9/10/2022).
Setelah itu, dampak psikologis sang anak juga dipengaruhi dari usia. Jika usia sang anak masih kecil di bawah satu tahun mereka cenderung belum mengerti. Namun bila sudah cukup mengerti dampaknya bisa sangat berbahaya salah satunya jiwanya terguncang.
Baca Juga: Lesti Kejora Alami KDRT, Begini Respons Kedua Orang Tuanya
"Perkembangan jiwa dari anaknya akan kurang baik, kalau kurang baik maka di kemudian hari sangat mungkin terjadi macam-macam masalah sebagai akibat jiwa yang kurang matang," terang Mintarsih.
Alhasil bila seumpamanya nanti baby L tumbuh besar dan ditambah lingkungan yang mudah membuatnya emosi, bisa ada kemungkinan ia juga akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
"Jiwanya nanti kurang matang lalu diikuti oleh situasi lingkungan yang mudah membawa emosi, maka nanti akan terbawa di kemudian hari dan bahkan mungkin meniru juga," tambah Mintarsih.