Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Tantrum pada Anak
Rabu, 12 Oktober 2022 - 18:22 WIB
loading...
Dalam beberapa kasus, anak-anak bahkan menahan napas, muntah, memecahkan barang atau melukai diri sendiri atau orang lain sebagai bagian dari tantrum. / Foto: ilustrasi/freepik.com
A
A
A
JAKARTA - Seringkali kita melihat seorang anak yang menangis, mengamuk, bahkan berguling-guling di lantai. Hal tersebut merupakan beragam bagian dari tantrum.
Dalam beberapa kasus, anak-anak bahkan menahan napas, muntah, memecahkan barang atau melukai diri sendiri atau orang lain sebagai bagian dari tantrum .
Lantas, mengapa tantrum bisa terjadi? Seperti dilansir RaisingChildren.net.au pada Rabu (12/10/2022), tantrum sering terjadi pada anak usia 1-3 tahun.
Baca juga: Gagal Ginjal Akut Anak, IDAI Ingatkan Orang Tua Berhati-hati dalam Penggunaan Obat
Hal ini dikarenakan anak kecil masih berada pada tahap awal perkembangan sosial, emosional dan bahasa.
Mereka tidak selalu dapat mengomunikasikan kebutuhan dan perasaan mereka, termasuk keinginan untuk melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri, sehingga mereka mungkin menjadi frustrasi. Dan mereka belajar bahwa cara mereka berperilaku memengaruhi orang lain.
Jadi tantrum adalah salah satu cara anak kecil mengekspresikan dan mengelola perasaan, dan mencoba memahami atau mengubah apa yang terjadi di sekitar mereka. Anak yang lebih besar pun bisa mengalami tantrum. Ini bisa jadi karena mereka belum belajar cara yang aman untuk mengekspresikan atau mengelola perasaan.
Bagaimana Cara Mengurangi Kemungkinan Tantrum
Dalam beberapa kasus, anak-anak bahkan menahan napas, muntah, memecahkan barang atau melukai diri sendiri atau orang lain sebagai bagian dari tantrum .
Lantas, mengapa tantrum bisa terjadi? Seperti dilansir RaisingChildren.net.au pada Rabu (12/10/2022), tantrum sering terjadi pada anak usia 1-3 tahun.
Baca juga: Gagal Ginjal Akut Anak, IDAI Ingatkan Orang Tua Berhati-hati dalam Penggunaan Obat
Hal ini dikarenakan anak kecil masih berada pada tahap awal perkembangan sosial, emosional dan bahasa.
Mereka tidak selalu dapat mengomunikasikan kebutuhan dan perasaan mereka, termasuk keinginan untuk melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri, sehingga mereka mungkin menjadi frustrasi. Dan mereka belajar bahwa cara mereka berperilaku memengaruhi orang lain.
Jadi tantrum adalah salah satu cara anak kecil mengekspresikan dan mengelola perasaan, dan mencoba memahami atau mengubah apa yang terjadi di sekitar mereka. Anak yang lebih besar pun bisa mengalami tantrum. Ini bisa jadi karena mereka belum belajar cara yang aman untuk mengekspresikan atau mengelola perasaan.
Bagaimana Cara Mengurangi Kemungkinan Tantrum
Lihat Juga :