Mengenal Syndrome Imposter, Gangguan Psikologis yang Dialami Supermodel Gigi Hadid
Minggu, 16 Oktober 2022 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi ini punya banyak nama lain, di antaranya adalah impostor syndrome, syndrome penipu, atau dalam bahasa Inggrisnya fraud syndrome. Imposter syndrome pertama kali dikenal pada tahun 1970-an oleh psikolog Pauline Clance dan rekannya Suzzanne Imes.
Penderita syndrome ini kerap merasa waswas, seolah suatu hari orang-orang akan menganggap dirinya hanyalah seorang penipu yang tidak berhak mengakui segala prestasi dan keberhasilannya.
Dengan kata lain, penderita yang mengalami imposter syndrome biasanya merasa bahwa dirinya tidak secerdas, sekreatif, atau berbakat seperti yang terlihat dan diketahui orang lain. Dia justru merasa setiap pencapaian yang diraihnya hanya disebabkan oleh kebetulan atau keberuntungan semata.
Ketakutan akan ketidakmampuan ini bisa menimbulkan masalah mental pada pengidap imposter syndrome. Mereka mungkin rentan merasa gelisah, depresi, frustasi, kurang percaya diri dan malu. Namun, sejauh ini para ahli tidak menganggap syndrome penipu sebagai kondisi kesehatan mental.
Penderita syndrome ini kerap merasa waswas, seolah suatu hari orang-orang akan menganggap dirinya hanyalah seorang penipu yang tidak berhak mengakui segala prestasi dan keberhasilannya.
Dengan kata lain, penderita yang mengalami imposter syndrome biasanya merasa bahwa dirinya tidak secerdas, sekreatif, atau berbakat seperti yang terlihat dan diketahui orang lain. Dia justru merasa setiap pencapaian yang diraihnya hanya disebabkan oleh kebetulan atau keberuntungan semata.
Ketakutan akan ketidakmampuan ini bisa menimbulkan masalah mental pada pengidap imposter syndrome. Mereka mungkin rentan merasa gelisah, depresi, frustasi, kurang percaya diri dan malu. Namun, sejauh ini para ahli tidak menganggap syndrome penipu sebagai kondisi kesehatan mental.
(hri)
Lihat Juga :