Terinspirasi Kesenian Reog, Ivan Gunawan Persembahkan The Mystical Art of Reyog Bagi Andina Julie
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Igun menegaskan bahwa dari event ini saat mereka (kontestan) masuk Indonesia gak boleh ada baju renang saat naik ke atas panggung makanya tidak ada swimsuit competition karena kalo pake baju renang ya harus di kolam renang jadi gak mau pake baju renang diatas panggung di tengah sawah jadi memang gak mau seperti itu.
"Event ini digelar di Indonesia jadi harus menghargai budaya dan keberagaman agama di sini tapi setelah aku sampaikan ke pihak Internasional sangat menyambut baik pas kemarin di Bali di bebek tepi sawah dibantu Didiet Maulana nanti di final aku mendesain langsung sportswear competition berkolaborasi dengan Iwan Tirta jadi pake motif batik dia terus desain,"ungkapnya.
Inggi Indrayana Kendran menjelaskan bahwa kostum Indonesia kali ini bertemakan Reog Ponorogo itu kurang lebih pengerjaan memakan waktu 2,5 bulan yang dimana kerumitan benar menantang untuknya karena untuk pertama kali mengkolaborasikan dengan teknologi dan banyak sekali step yang harus dikuasai dan berurututan jadi gak asal buat jadi banyak penyesuaian disana itu tantangannya.
Inggi Indrayana Kendran mengungkapkan untuk membuat kostum yang terlibat untuk teknologi dalam kostum Andina itu dari Cuplis art salah satu seniman ogoh-ogoh di Bali lalu salah satu mahasiswa dari Politeknik Negeri Bali yang pertama Angga.
"Untuk inspirasi dari si pemakai reog itu sendiri dan dimana kita modifikasi menyesuaikan dengan style dan kebutuhan panggung gimana kita akan mengompetisikan ini jadi pastinya ini adalah kombinasi yang menurut saya sangat Indonesia sangat mewakili daerah Jawa Timur yang sangat menggambarkan dari reog itu sendiri," sebutnya.
"Event ini digelar di Indonesia jadi harus menghargai budaya dan keberagaman agama di sini tapi setelah aku sampaikan ke pihak Internasional sangat menyambut baik pas kemarin di Bali di bebek tepi sawah dibantu Didiet Maulana nanti di final aku mendesain langsung sportswear competition berkolaborasi dengan Iwan Tirta jadi pake motif batik dia terus desain,"ungkapnya.
Inggi Indrayana Kendran menjelaskan bahwa kostum Indonesia kali ini bertemakan Reog Ponorogo itu kurang lebih pengerjaan memakan waktu 2,5 bulan yang dimana kerumitan benar menantang untuknya karena untuk pertama kali mengkolaborasikan dengan teknologi dan banyak sekali step yang harus dikuasai dan berurututan jadi gak asal buat jadi banyak penyesuaian disana itu tantangannya.
Inggi Indrayana Kendran mengungkapkan untuk membuat kostum yang terlibat untuk teknologi dalam kostum Andina itu dari Cuplis art salah satu seniman ogoh-ogoh di Bali lalu salah satu mahasiswa dari Politeknik Negeri Bali yang pertama Angga.
"Untuk inspirasi dari si pemakai reog itu sendiri dan dimana kita modifikasi menyesuaikan dengan style dan kebutuhan panggung gimana kita akan mengompetisikan ini jadi pastinya ini adalah kombinasi yang menurut saya sangat Indonesia sangat mewakili daerah Jawa Timur yang sangat menggambarkan dari reog itu sendiri," sebutnya.
(hri)
Lihat Juga :