Menkes Budi Sebut Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Tembus 241 Orang, 133 Meninggal
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
Menkes Budi berjanji akan terus berupaya mengidentifikasi penyebab kemungkinan gagal ginjal akut misterius. Mulanya dikaitkan dengan Covid-19, tetapi akhirnya ditemukan tak berkaitan.
"Apakah ini berkaitan dengan Covid? ternyata nggak. apakah ini vaksin? anak-anak di bawah 5 tahun belum vaksin jadi bukan," jelas Menkes Budi.
Ia menjelaskan organisasi kesehatan dunia (WHO) pada 5 Oktober 2022 telah mengeluarkan pemberitahuan bahwa gangguan ginjal akut pada anak ini disebabkan oleh senyawa. Sehingga pihaknya pun tetap melakukan investigasi apakah ada penyebab lainnya.
"Apakah ada faktor lain?, Jadi penyakit ini disebabkan oleh virus atau bakteri atau parasit seperti Covid-19, dan lain-lain. Ternyata tidak karena kelihatan kan ini kita lihat patogen dari pasien-pasien yang diperiksa," sambungnya.
"Kasus pun meningkat dan tidak diketahui pasti. yang membuat kita heran karena kita menemukan ginjal yang bermasalah. Pada 5 Oktober WHO mengeluarkan pemberitahuan ternyata ini disebabkan oleh senyawa," jelasnya.
"Apakah ini berkaitan dengan Covid? ternyata nggak. apakah ini vaksin? anak-anak di bawah 5 tahun belum vaksin jadi bukan," jelas Menkes Budi.
Ia menjelaskan organisasi kesehatan dunia (WHO) pada 5 Oktober 2022 telah mengeluarkan pemberitahuan bahwa gangguan ginjal akut pada anak ini disebabkan oleh senyawa. Sehingga pihaknya pun tetap melakukan investigasi apakah ada penyebab lainnya.
"Apakah ada faktor lain?, Jadi penyakit ini disebabkan oleh virus atau bakteri atau parasit seperti Covid-19, dan lain-lain. Ternyata tidak karena kelihatan kan ini kita lihat patogen dari pasien-pasien yang diperiksa," sambungnya.
"Kasus pun meningkat dan tidak diketahui pasti. yang membuat kita heran karena kita menemukan ginjal yang bermasalah. Pada 5 Oktober WHO mengeluarkan pemberitahuan ternyata ini disebabkan oleh senyawa," jelasnya.
(hri)
Lihat Juga :