Selain Indonesia, Sejumlah Negara Ini Pernah Darurat Gangguan Ginjal Akut
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Baru-baru ini, Indonesia dihadapkan dengan kasus gagal ginjal akut pada anak hingga ada yang meninggal dunia. Terkonfirmasi oleh Menkes Budi Gunadi, hingga saat ini ada total 241 kasus Gangguan Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal pada anak (GGAPA) di 22 provinsi, 133 kematian atau 55 persen dari kasus.
Kasus ini meningkat drastis sejak Agustus 2022 dengan total 36 kasus, terus bertambah hingga 78 kasus pada September, dan menjadi 110 kasus di Oktober. Kasus gagal ginjal akut hingga kini masih diselidiki, namun penyebab diduga akibat infeksi virus, bakteri, hingga obat sirup anak.
5. Bangladesh
Kasus gagal ginjal akut pada anak pernah terjadi di Bangladesh pada 1990. Ditemukan sebanyak 339 anak yang mengalami kondisi gagal ginjal. Penyebabnya adalah akibat mengonsumsi sirup parasetamol (asetaminofen) yang terkontaminasi dietilen glikol.
Baca juga: Bau Badan Tertentu Pengaruhi Nyamuk untuk Menggigit Manusia
Penelitian menemukan dietilen glikol pada 19 botol parasetamol dari 28 total merek yang diuji. Obat tersebut kemudian dilarang beredar di Bangladesh. Terbukti, setelah 12 bulan larangan beredar kasus gagal ginjal menurut sebesar 54% dan kasus yang tidak dapat dijelaskan turun 84%.
Kasus ini meningkat drastis sejak Agustus 2022 dengan total 36 kasus, terus bertambah hingga 78 kasus pada September, dan menjadi 110 kasus di Oktober. Kasus gagal ginjal akut hingga kini masih diselidiki, namun penyebab diduga akibat infeksi virus, bakteri, hingga obat sirup anak.
5. Bangladesh
Kasus gagal ginjal akut pada anak pernah terjadi di Bangladesh pada 1990. Ditemukan sebanyak 339 anak yang mengalami kondisi gagal ginjal. Penyebabnya adalah akibat mengonsumsi sirup parasetamol (asetaminofen) yang terkontaminasi dietilen glikol.
Baca juga: Bau Badan Tertentu Pengaruhi Nyamuk untuk Menggigit Manusia
Penelitian menemukan dietilen glikol pada 19 botol parasetamol dari 28 total merek yang diuji. Obat tersebut kemudian dilarang beredar di Bangladesh. Terbukti, setelah 12 bulan larangan beredar kasus gagal ginjal menurut sebesar 54% dan kasus yang tidak dapat dijelaskan turun 84%.
(nug)
Lihat Juga :