Ketimbang Flu, Stroke Lebih Mungkin Terjadi karena Covid-19
Selasa, 07 Juli 2020 - 03:03 WIB
loading...
A
A
A
Penyakit Covid-19 juga dikaitkan dengan pembekuan darah yang dapat meningkatkan risiko stroke. "Virus ini memiliki kecenderungan menyebabkan beberapa tingkat pembekuan, dan kami pikir mungkin itu karena peningkatan peradangan di dalam tubuh," ungkap Salman Azhar dari Lenox Hill Hospital, New York City.
Azhar menambahkan bahwa Covid-19 menyerang sel-sel yang melapisi pembuluh darah, yang merupakan salah satu alasan meningkatnya risiko pembekuan darah yang menyebabkan stroke. "Juga, virus meningkatkan produksi faktor pembekuan," katanya.
(Baca juga: Masalah Kesehatan Ini Teratasi dengan Minyak Eucalyptus )
Antibodi juga berperan dalam perkembangan stroke. "Ada antibodi yang telah kita kenal sejak lama, tidak ada hubungannya dengan virus ini, tetapi kita tahu meningkatkan risiko orang untuk mengalami stroke dan gumpalan pembuluh darah lainnya, dan kita melihat mereka dalam insiden yang lebih tinggi pada pasien dengan Covid-19," terang Azhar.
Karena risiko ini, pasien Covid-19 dimonitor untuk tanda-tanda pembekuan. Secara umum, setiap pasien dengan Covid-19 akan memakai pengencer darah tingkat rendah untuk mencoba dan mencegah pembekuan.
Pasien yang mengalami pembekuan darah memakai pengencer darah dengan dosis yang lebih tinggi agar mereka tidak mengalami pembekuan darah yang dapat merusak organ vital. Menurut Azhar, baik pasien Covid-19 muda dan tua dapat mengalami pembekuan, dengan risiko paling parah.
Azhar menambahkan bahwa Covid-19 menyerang sel-sel yang melapisi pembuluh darah, yang merupakan salah satu alasan meningkatnya risiko pembekuan darah yang menyebabkan stroke. "Juga, virus meningkatkan produksi faktor pembekuan," katanya.
(Baca juga: Masalah Kesehatan Ini Teratasi dengan Minyak Eucalyptus )
Antibodi juga berperan dalam perkembangan stroke. "Ada antibodi yang telah kita kenal sejak lama, tidak ada hubungannya dengan virus ini, tetapi kita tahu meningkatkan risiko orang untuk mengalami stroke dan gumpalan pembuluh darah lainnya, dan kita melihat mereka dalam insiden yang lebih tinggi pada pasien dengan Covid-19," terang Azhar.
Karena risiko ini, pasien Covid-19 dimonitor untuk tanda-tanda pembekuan. Secara umum, setiap pasien dengan Covid-19 akan memakai pengencer darah tingkat rendah untuk mencoba dan mencegah pembekuan.
Pasien yang mengalami pembekuan darah memakai pengencer darah dengan dosis yang lebih tinggi agar mereka tidak mengalami pembekuan darah yang dapat merusak organ vital. Menurut Azhar, baik pasien Covid-19 muda dan tua dapat mengalami pembekuan, dengan risiko paling parah.
Lihat Juga :