Percepat Digitalisasi Praktek Mandiri, Klinik Pintar Gandeng IDI untuk Tingkatkan Adopsi RME

Jum'at, 28 Oktober 2022 - 16:59 WIB
loading...
Percepat Digitalisasi...
Klinik Pintar sebagai pengembang aplikasi klinik digital kembali menggandeng dan memperkuat kerjasama dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dalam upayanya memperkuat sektor pelayanan kesehatan primer. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
JAKARTA - Diterbitkannya peraturan Rekam Medis Elektronik (RME) oleh pemerintah merupakan momen yang sangat penting dalam upaya mendigitalisasi dan mengintegrasikan data kesehatan di Indonesia. Paska pandemi Covid, semua pihak semakin menyadari pentingnya integrasi data kesehatan dalam meningkatkan ketahanan sistem kesehatan nasional kita.

Namun dalam penerapanya di lapangan, aturan ini masih banyak menemui tantangan yang dirasakan oleh pengelola klinik dan praktek dokter mandiri yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan primer. Tidak hanya dari sisi penyediaan teknologi sistem informasi yang baik, perubahan pengelolaan operasional dari manual ke digital dirasa menjadi penghambat terbesar adopsi RME terutama oleh dokter dan tenaga medis.

Oleh karena itu, Klinik Pintar sebagai pengembang aplikasi klinik digital kembali menggandeng dan memperkuat kerjasama dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dalam upayanya memperkuat sektor pelayanan kesehatan primer. Kerjasama ini disahkan dalam penandatangan kesepakatan yang dilakukan pada acara Peringatan HUT IDI yang ke-72 dan Malam Kesejawatan di Bandung, 24 Oktober 2022.

CEO Klinik Pintar Harya Bimo menyambut baik penandatangan kerjasama dengan PB IDI untuk bersama-sama memberikan dukungan yang menyeluruh bagi klinik dan praktek dokter mandiri untuk segera beralih ke sistem digital. “Kami di Klinik Pintar menyadari bahwa pihak yang paling membutuhkan dukungan dalam penerapan digitalisasi dan adopsi RME adalah di sektor pelayanan kesehatan primer. Walau jumlah dan potensinya sangat besar, klinik dan praktek dokter mandiri punya banyak keterbatasan dalam melakukan implementasi sistem digital,” tuturnya.

Baca Juga: Klinik Pintar Dukung Pemberdayaan dan Digitalisasi Mitra

“Maka dari itu Klinik Pintar tidak hanya menyediakan aplikasi klinik termasuk RME, tapi juga memberikan dukungan operasional mulai dari edukasi sampai dengan dukungan rantai pasok dan kerja sama operasional klinik. Semua ini kami berikan kepada mitra kami agar mereka dapat lebih fokus untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien.” tambahnya.

Sebagai salah satu startup healthtech di Indonesia, Klinik Pintar optimis bahwa implementasi RME di sektor pelayanan kesehatan primer yang dapat berjalan dengan baik jika mendapatkan dukungan dari semua pihak terutama pihak swasta dan organisasi kesejawatan.

“Pemerintah saat ini butuh bantuan dari banyak stakeholders, termasuk dari pihak swasta seperti kami untuk membantu merealisasikan target digitalisasi 100% fasyankes di tahun 2024. Baik di rumah sakit maupun di klinik, tantangan terbesar dari transformasi ini adalah bagaimana agar dokter dan tenaga medis dapat menggunakan sistem digital dalam kesehariannya.” ujar dr Eko Nugroho, Chief of Medical Klinik Pintar yang juga hadir dalam acara penandatanganan kerja sama dengan PB IDI.

“Tapi berbeda dengan rumah sakit, pengelola klinik dan praktek dokter mandiri lebih terbatas secara dana dan SDM. Inilah kenapa Klinik Pintar menyediakan aplikasi klinik yang bebas pakai dengan disertai dukungan rantai pasok yang terintegrasi ke dalam sistem kami. Jadi mulai dari penjadwalan dokter, pendaftaran online, RME, transaksi, pelaporan, sampai pembelian dan pengelolaan stok obat-obatan dan bahan habis pakai semua dapat dikelola dengan lebih efisien dan tidak membebani biaya kepada mitra kami. Kami juga mengadakan kerjasama operasional sehingga mitra klinik dapat mengembangkan usahanya di dalam jaringan klinik yang dikelola oleh Klinik Pintar. Untuk kerjasama operasional ini, Klinik Pintar yang akan melakukan standarisasi fasilitas, operasional, dan layanannya,” tambah dr. Eko.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Ulul Albab. Ia melihat kemitraan klinik dan praktek dokter mandiri dengan healthtech memiliki banyak dampak positif. “Apalagi dengan momen transisi ke RME, saya rasa ini adalah momentum yang sangat baik agar rekan sejawat dokter di Indonesia segera mengadopsi sistem digital agar dapat mengelola layanan dengan lebih baik dan efisien," kata dr. Ulul Albab.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biar Anak Nyaman ke...
Biar Anak Nyaman ke Dokter Gigi, Medikids Serpong Hadirkan Beragam Fasilitas
Transformasi Klinik...
Transformasi Klinik Gigi dengan Teknologi Digital dan Konsep Ramah Lingkungan
Klinik Utama Diagnos...
Klinik Utama Diagnos Healthcare Resmi Dibuka
Usung Konsep Maskapai...
Usung Konsep Maskapai Penerbangan, Klinik Gigi di Depok Ini Tawarkan Perawatan Ala First Class
Alpha IVF & Womens Specialists...
Alpha IVF & Women's Specialists Buka Peluang Baru bagi Pejuang Garis 2 di IVFair PLans
Akses Kesehatan Makin...
Akses Kesehatan Makin Mudah, Klinik Damessa Hadir di Pondok Bambu
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Rekomendasi
Ronaldo Disorot di Piala...
Ronaldo Disorot di Piala Dunia 2026, Conceicao: Tak Wajib Umpan CR7
Argentina vs Austria:...
Argentina vs Austria: Misi Messi Dekati Rekor
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Berita Terkini
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
David dan Victoria Beckham...
David dan Victoria Beckham Kirim Sinyal Damai untuk Brooklyn di Hari Ayah
Ruben Onsu Kesal Diawasi...
Ruben Onsu Kesal Diawasi Giorgio saat Bertemu Anak : Saya Ortu Kandungnya
Daftar Microdrama Enemy...
Daftar Microdrama Enemy to Lovers di V+Short, Dari Benci Jadi Cinta
7 Tips Konten Review...
7 Tips Konten Review Produk agar Viral dan Dilirik Brand ala Dannisa Utami
Desain Jersey Karya...
Desain Jersey Karya G-Dragon Tuai Pujian di Piala Dunia 2026, Sentuhan Streetwear Korea Jadi Sorotan
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved