3 Area Tubuh yang Kram saat Terkena Kolesterol Tinggi, Salah Satunya di Betis
Kamis, 03 November 2022 - 06:30 WIB
loading...
Ada tiga area tubuh yang kram saat terkena kolesterol tinggi. Rasa kram yang muncul harus diwaspadai lantaran bisa membuat penderitanya kesulitan beraktivitas. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Ada tiga area tubuh yang kram saat terkena kolesterol tinggi . Rasa kram yang muncul harus diwaspadai lantaran bisa membuat penderitanya kesulitan beraktivitas dan tanda komplikasi.
Meskipun kolesterol tinggi biasanya tidak disertai dengan gejala, hal itu dapat menyebabkan perubahan tertentu pada tubuh yang dapat memicu rasa sakit dan ketidaknyamanan. Misalnya, kolesterol tinggi dapat membahayakan arteri yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit arteri perifer (PAD).
PAD adalah kondisi peredaran darah yang terkait dengan penyempitan arteri, yang menyebabkan penurunan aliran darah ke anggota badan. Ketika seseorang menderita penyakit ini, lengan dan biasanya kakinya tidak mendapatkan aliran darah yang cukup untuk menjalankan fungsinya.
Menurut Mayo Clinic, hal ini paling sering disebabkan oleh aterosklerosis, suatu kondisi yang terkait dengan penumpukan lemak, kolesterol dan zat lain di dalam dan di dinding arteri. Oleh karena itu, jika kadar kolesterol terlalu tinggi, itu menumpuk di dinding arteri, secara bertahap menyebabkan aterosklerosis dan kemudian PAD.
Baca Juga: Gejala Kolesterol Tinggi, Kram di 5 Area Tubuh Ini Jangan Diabaikan
Dilansir dari Times of India, Kamis (3/11/2022), The American Heart Association (AHA) menyatakan bahwa gejala paling umum dar PAD adalah kram otot yang menyakitkan di pinggul, paha atau betis saat berjalan, menaiki tangga atau berolahraga.
"Rasa sakit PAD sering hilang ketika Anda berhenti berolahraga, meskipun ini mungkin memakan waktu beberapa menit. Otot yang bekerja membutuhkan lebih banyak aliran darah. Otot yang beristirahat dapat bertahan dengan lebih sedikit," kata AHA.
Meskipun kolesterol tinggi biasanya tidak disertai dengan gejala, hal itu dapat menyebabkan perubahan tertentu pada tubuh yang dapat memicu rasa sakit dan ketidaknyamanan. Misalnya, kolesterol tinggi dapat membahayakan arteri yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit arteri perifer (PAD).
PAD adalah kondisi peredaran darah yang terkait dengan penyempitan arteri, yang menyebabkan penurunan aliran darah ke anggota badan. Ketika seseorang menderita penyakit ini, lengan dan biasanya kakinya tidak mendapatkan aliran darah yang cukup untuk menjalankan fungsinya.
Menurut Mayo Clinic, hal ini paling sering disebabkan oleh aterosklerosis, suatu kondisi yang terkait dengan penumpukan lemak, kolesterol dan zat lain di dalam dan di dinding arteri. Oleh karena itu, jika kadar kolesterol terlalu tinggi, itu menumpuk di dinding arteri, secara bertahap menyebabkan aterosklerosis dan kemudian PAD.
Baca Juga: Gejala Kolesterol Tinggi, Kram di 5 Area Tubuh Ini Jangan Diabaikan
Dilansir dari Times of India, Kamis (3/11/2022), The American Heart Association (AHA) menyatakan bahwa gejala paling umum dar PAD adalah kram otot yang menyakitkan di pinggul, paha atau betis saat berjalan, menaiki tangga atau berolahraga.
"Rasa sakit PAD sering hilang ketika Anda berhenti berolahraga, meskipun ini mungkin memakan waktu beberapa menit. Otot yang bekerja membutuhkan lebih banyak aliran darah. Otot yang beristirahat dapat bertahan dengan lebih sedikit," kata AHA.
Lihat Juga :