5 Destinasi Wisata di Surabaya untuk Mengenang Hari Pahlawan
Kamis, 10 November 2022 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Jembatan Merah merupakan saksi bisu pertempuran masyarakat Surabaya dengan pasukan Brigjen Mallaby. Jembatan ini juga pernah digunakan sebagai jalur transportasi VOC dan tempat transaksi jual beli pada masanya. Warna merah pada pagar jembatan ini diberikan untuk mengenang pertumpahan darah dari pertempuran tersebut.
2. Monumen Kapal Selam
![5 Destinasi Wisata di Surabaya untuk Mengenang Hari Pahlawan]()
Foto/Indonesia Explorer
Monumen Kapal Selam dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah lebih dahulu gugur. Monumen kapal terbesar di Asia ini berisi kapal selam, pesawat tempur, tank dan lainnya. Hadirnya momumen ini tak hanya sekadar destinasi wisata, tapi juga gambaran Indonesia sebagai negara maritim.
Baca Juga: 3 Fakta Itaewon, Lokasi Insiden Halloween di Korsel yang Tewaskan 150 Orang
3. Gedung Negara Grahadi
![5 Destinasi Wisata di Surabaya untuk Mengenang Hari Pahlawan]()
Foto/Adobe Stock
Dibangun pada 1975, Gedung Negara Grahadi difungsikan sebagai rumah dinas Gubernur Jawa Timur. Sebelumnya, gedung ini menghadap ke Kalimas di sebelah utara, sehingga pada sore hari penghuninya dapat melihat perahu yang menelusuri kali tersebut sambil minum teh. Pada 1802, gedung ini diubah letaknya menghadap ke selatan seperti sekarang.
2. Monumen Kapal Selam

Foto/Indonesia Explorer
Monumen Kapal Selam dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah lebih dahulu gugur. Monumen kapal terbesar di Asia ini berisi kapal selam, pesawat tempur, tank dan lainnya. Hadirnya momumen ini tak hanya sekadar destinasi wisata, tapi juga gambaran Indonesia sebagai negara maritim.
Baca Juga: 3 Fakta Itaewon, Lokasi Insiden Halloween di Korsel yang Tewaskan 150 Orang
3. Gedung Negara Grahadi

Foto/Adobe Stock
Dibangun pada 1975, Gedung Negara Grahadi difungsikan sebagai rumah dinas Gubernur Jawa Timur. Sebelumnya, gedung ini menghadap ke Kalimas di sebelah utara, sehingga pada sore hari penghuninya dapat melihat perahu yang menelusuri kali tersebut sambil minum teh. Pada 1802, gedung ini diubah letaknya menghadap ke selatan seperti sekarang.
Lihat Juga :