Mengenal Kanker Paru, Pengobatan, dan Cara Pencegahannya
Kamis, 10 November 2022 - 00:05 WIB
loading...
A
A
A
Tanda dan gejala kanker paru meliputibatuk yang berkelanjutan dan tak kunjung sembuh, sesak nafas, batuk berdarah, nyeri pada bagian rasa dan kerap terkena infeksi paru, sering merasa letih dan kehilangan berat badan secara signifikan.
Dr. dr. Achmad Mulawarman J, Sp.P(K)., menjelaskan akan penatalaksanaan pilihan pada kanker paru adalah tindakan operatif yang dikombinasi dengan terapi lainnya, seperti radioterapi dan kemoterapi.
"Penatalaksanaan kanker paru disesuaikan dengan jenis kanker paru utama yaitunon small cell lung cancer(NSCLC) atausmall cell lung cancer(SCLC) dan tujuan pengobatan pada pasien kanker berupa kuratif, paliatif, dan suportif," imbuh Achmad.
Secara global, kanker paru merupakan penyebab pertama kematian akibat kanker pada pria dan penyebab kedua kematian akibat kanker pada wanita. Baca juga: Mengenal Fakta Kanker Paru yang Diderita Pebulutangkis Legendaris Verawaty Fajrin
Kanker Paru-paru menempati urutan ketiga kasus terbanyak yaitu 8,8 persen setelah kanker payudara (16,6 persen) dan kanker serviks (9,2 persen). Karena itu penting untuk melakukan deteksi dini agar dapat ditangani dengan cepat.
Dr. dr. Achmad Mulawarman J, Sp.P(K)., menjelaskan akan penatalaksanaan pilihan pada kanker paru adalah tindakan operatif yang dikombinasi dengan terapi lainnya, seperti radioterapi dan kemoterapi.
"Penatalaksanaan kanker paru disesuaikan dengan jenis kanker paru utama yaitunon small cell lung cancer(NSCLC) atausmall cell lung cancer(SCLC) dan tujuan pengobatan pada pasien kanker berupa kuratif, paliatif, dan suportif," imbuh Achmad.
Secara global, kanker paru merupakan penyebab pertama kematian akibat kanker pada pria dan penyebab kedua kematian akibat kanker pada wanita. Baca juga: Mengenal Fakta Kanker Paru yang Diderita Pebulutangkis Legendaris Verawaty Fajrin
Kanker Paru-paru menempati urutan ketiga kasus terbanyak yaitu 8,8 persen setelah kanker payudara (16,6 persen) dan kanker serviks (9,2 persen). Karena itu penting untuk melakukan deteksi dini agar dapat ditangani dengan cepat.
(don)
Lihat Juga :