CERMIN: Senjata dan Indonesia di Tangan Pelobi
Sabtu, 12 November 2022 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Namun industri senjata telanjur sangat kuat di Amerika. Amandemen Kedua Konstitusi Amerika Serikat tahun 1971 mengatur soal kebebasan kepemilikan senjata. Karenanya tak heran jika toko senjata di Amerika disinyalir lebih banyak dibanding restoran cepat saji McDonalds dan kafe Starbucks.
Salah satu studi yang dilakukan peneliti dari Universitas Nevada dan Harvard juga mengemukakan kemungkinan orang terbunuh di Amerika karena kepemilikan senjata 25 kali lebih banyak dibanding di negara maju lainnya. Lantas mengapa Amerika Serikat tak mencoba meninjau ulang soal regulasi senjata agar tak jatuh korban lebih banyak?
![CERMIN: Senjata dan Indonesia di Tangan Pelobi]()
Foto: Lionsgate Play
Lebih dari 10 tahun lalu saat menyelenggarakan Festival Film Perdamaian di Universitas Hasanuddin Makassar, Bowling for Columbine diputar. Film garapan Michael Moore ini dengan tegas mempertanyakan mengapa angka kekerasan senjata api begitu tinggi di negaranya? Adakah akar penyebab di balik semua itu?
Bowling for Columbine membawa kita, para penonton, untuk melihat kembali apa yang sebenarnya terjadi pada 23 tahun silam. Tepatnya pada tahun 1999 ketika dua orang pelajar Columbine High School secara membabi buta menembaki teman-teman sekolahnya dan menyebabkan kematian 12 orang pelajar dan seorang guru.
Dengan caranya yang menarik dan sesekali komedik, Michael mengisyaratkan soal kecanduan masyarakat Amerika pada senjata dan juga bagaimana orang tua yang sering kali tanpa sengaja mengajarkan anak-anaknya untuk membeli dan memiliki senjata.
![CERMIN: Senjata dan Indonesia di Tangan Pelobi]()
Foto: Lionsgate Play
Inilah yang diperjuangkan Liz bertahun-tahun kemudian setelah peristiwa yang terjadi di SMA Columbine. Ia berjuang agar undang-undang Heaton-Harris yang mengatur agar orang yang ingin membeli senjata api diperketat dengan mengecek latar belakangnya terlebih dahulu bisa disahkan.
Salah satu studi yang dilakukan peneliti dari Universitas Nevada dan Harvard juga mengemukakan kemungkinan orang terbunuh di Amerika karena kepemilikan senjata 25 kali lebih banyak dibanding di negara maju lainnya. Lantas mengapa Amerika Serikat tak mencoba meninjau ulang soal regulasi senjata agar tak jatuh korban lebih banyak?

Foto: Lionsgate Play
Lebih dari 10 tahun lalu saat menyelenggarakan Festival Film Perdamaian di Universitas Hasanuddin Makassar, Bowling for Columbine diputar. Film garapan Michael Moore ini dengan tegas mempertanyakan mengapa angka kekerasan senjata api begitu tinggi di negaranya? Adakah akar penyebab di balik semua itu?
Bowling for Columbine membawa kita, para penonton, untuk melihat kembali apa yang sebenarnya terjadi pada 23 tahun silam. Tepatnya pada tahun 1999 ketika dua orang pelajar Columbine High School secara membabi buta menembaki teman-teman sekolahnya dan menyebabkan kematian 12 orang pelajar dan seorang guru.
Dengan caranya yang menarik dan sesekali komedik, Michael mengisyaratkan soal kecanduan masyarakat Amerika pada senjata dan juga bagaimana orang tua yang sering kali tanpa sengaja mengajarkan anak-anaknya untuk membeli dan memiliki senjata.

Foto: Lionsgate Play
Inilah yang diperjuangkan Liz bertahun-tahun kemudian setelah peristiwa yang terjadi di SMA Columbine. Ia berjuang agar undang-undang Heaton-Harris yang mengatur agar orang yang ingin membeli senjata api diperketat dengan mengecek latar belakangnya terlebih dahulu bisa disahkan.
Lihat Juga :