Peduli Sesama, Komunitas Limitess Love Berikan Cinta Tanpa Batas
Sabtu, 12 November 2022 - 20:32 WIB
loading...
A
A
A
"Limitess Love itu artinya lebih ke kami ingin, memang dari komunitas sosial, awalnya dari teman-teman, dari pertemanan dulu, dan kita itu ingin memberikan cinta yang tanpa batas. Dalam arti batasan itu batasan agama, suku bangsa, dan gender gitu ya, dan lain-lain gitu," jelas Angeline, dalam Podcast Aksi Nyata bertema Membangun Karakter Peduli Sesama dan Berjiwa Sosial di Kalangan Generasi Muda di kanal YouTube Partai Perindo , Sabtu (12/11/2022).
"Jadi kegiatan-kegiatan kami juga tidak mengelompokkan atau kategori tertentu. Jadi macam-macam," lanjutnya.
Angeline lantas menceritakan awal mula komunitas yang terbentuk pada 2016 itu. Dia menyebut bahwa hatinya mulai tergerak untuk peduli terhadap sesama saat dirinya mengunjungi sebuah panti disabilitas pada 2010.
"Saya mulai tahun 2010 tadinya sebelum ada komunitas ini. Saya bikin jalan-jalan bersama anak panti asuhan waktu itu. Yang saya ingat hari itu adalah saya tersenyum sangat lebar, dan rasa di hati saya itu adalah rasa yang unik, berbeda, enggak pernah saya rasa sebelumnya, dan itu yang menjadi candu yang baik buat saya waktu itu," jelas dia.
"Lewat dari itu, sampai 2015 saya itu datang ke satu panti disabilitas. Ketika saya kesana, saya ketemu dengan anak-anak yang sebagian besar hidupnya itu hanya terbaring di kasur, di kamar, atau duduk di kursi roda," katanya lagi.
"Jadi kegiatan-kegiatan kami juga tidak mengelompokkan atau kategori tertentu. Jadi macam-macam," lanjutnya.
Angeline lantas menceritakan awal mula komunitas yang terbentuk pada 2016 itu. Dia menyebut bahwa hatinya mulai tergerak untuk peduli terhadap sesama saat dirinya mengunjungi sebuah panti disabilitas pada 2010.
"Saya mulai tahun 2010 tadinya sebelum ada komunitas ini. Saya bikin jalan-jalan bersama anak panti asuhan waktu itu. Yang saya ingat hari itu adalah saya tersenyum sangat lebar, dan rasa di hati saya itu adalah rasa yang unik, berbeda, enggak pernah saya rasa sebelumnya, dan itu yang menjadi candu yang baik buat saya waktu itu," jelas dia.
"Lewat dari itu, sampai 2015 saya itu datang ke satu panti disabilitas. Ketika saya kesana, saya ketemu dengan anak-anak yang sebagian besar hidupnya itu hanya terbaring di kasur, di kamar, atau duduk di kursi roda," katanya lagi.
Lihat Juga :