Ejakulasi 20 Kali Sebulan Bisa Kurangi Risiko Kanker Prostat

Rabu, 16 November 2022 - 10:39 WIB
loading...
Ejakulasi 20 Kali Sebulan Bisa Kurangi Risiko Kanker Prostat
Ejakulasi 20 kali sebulan bisa mengurangi risiko kanker prostat. Temuan ini berdasarkan penelitian pada pria usia 20 tahun - 40 tahun yang dilakukan pada 2016. Foto/Study Health
A A A
JAKARTA - Ejakulasi 20 kali sebulan bisa mengurangi risiko kanker prostat . Temuan ini berdasarkan penelitian pada pria usia 20 tahun - 40 tahun yang dilakukan pada 2016.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pria yang melakukan ejakulasi 20 kali sebulan, 20 persen berisiko lebih rendah mengalami kanker prostat. Hal ini dibenarkan oleh ahli kesehatan Profesor Zubairi Djoerban.

"Ejakulasi 20 kali dalam sebulan itu mengurangi risiko kanker prostat hingga 20 persen. Ini berdasarkan penelitian 2016 pada pria berusia 20-40 tahun," tulis Prof Zubairi dikutip dari akun Twitter pribadinya, Rabu (16/11/2022).

"Jadi, risiko pria yang ejakulasi 20 kali dalam sebulan untuk mendapatkan kanker prostat lebih rendah 20 persen ketimbang yang ejakulasi 4-7 kali sebulan," tambahnya.

Baca Juga: Ejakulasi 21 Kali Sebulan Kurangi Risiko Kanker Prostat

Ejakulasi, dijelaskan Prof Zubairi bisa memberikan perlindungan dari kanker prostat. Ini karena dengan ejakulasi, pria bisa membersihkan saluran dari zat yang bisa menyebabkan kanker.

"Seringnya ejakulasi memang memungkinkan proteksi terhadap kanker prostat, karena ejakulasi bisa membersihkan saluran dari zat yang berpotensi (menyebabkan) kanker," jelas Prof Zubairi.

Namun, dengan catatan bahwa ejakulasi harus dilakukan dengan aman. Selain itu, pria yang akrab disapa Prof Beri ini juga menekankan bahwa ejakulasi harus dilakukan dengan pasangan resmi.

"Tentunya kegiatan ejakulasinya harus aman, dengan pasangan resmi," kata Prof Zubairi.

Baca Juga: Pantangan Makanan Penderita Kanker Prostat, Ini 3 yang Harus Dihindari!

Informasi ini, sudah terbukti kebenarannya dilihat dari data ilmiah. Sebab, sampel yang diuji dalam penelitian begitu banyak.

"Penelitian 2016 yang dilakukan peneliti Harvard ini memiliki sampel yang cukup besar, ada 30 ribu pria yang diteliti, dan diikuti selama 20 tahun lamanya, sehingga buktinya lumayan kuat," tandasnya.
(dra)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1536 seconds (10.101#12.26)