CERMIN: Pertikaian Gatotkaca dan Ayahnya
Rabu, 16 November 2022 - 15:56 WIB
loading...
A
A
A
Upaya rintisan ini kelak akan sangat berguna bagi penerus yang akan terus berjuang memperkenalkan tokoh-tokoh khas Indonesia, khususnya dari khazanah pewayangan, menjelma menjadi film layar lebar.
Sebenarnya kita memang punya materi cerita berlimpah sejak dulu untuk genre superhero. Sudah saatnya anak-anak kita tak cuma akrab dengan Superman atau Spiderman, tapi mereka pun kini bisa mengagumi Gatotkaca.
Ia adalah sosok karismatik dalam wujud anak muda bernama Yuda. Ia yang luntang-lantung mencari pekerjaan, tapi tetap berbakti pada ibunya dan sangat setia pada persahabatannya dengan Erlangga.
![CERMIN: Pertikaian Gatotkaca dan Ayahnya]()
Foto: Satria Dewa Studio
Satria Dewa: Gatotkaca mencoba membuat kisah yang kompleks yang terjadi di sekeliling Gatotkaca menjadi sesederhana bahwa ini adalah kisah ayah dan anak. Kisah tentang seorang ayah yang menghilang dari kehidupan sang anak, kisah seorang anak yang membenci ayahnya yang meninggalkannya ibunya dan dirinya begitu saja, serta kisah tentang pengorbanan hingga kesalahpahaman.
Hanung Bramantyo adalah sosok yang selalu cerdik mereduksi soal-soal besar untuk diletakkannya menjadi kisah-kisah personal. Dan tentu saja perlu dilakukannya agar penonton seperti saya merasa relevan dengannya.
Di balik dialog-dialog yang sering membuat kening berkerut, di balik informasi yang sebagian besar dituturkan melalui dialog dan bukan visual, di balik pertarungan hebat Gatotkaca dengan musuh-musuh yang tiba-tiba muncul satu demi satu, kita melihat Gatotkaca sebagaimana kita: seseorang yang memendam rasa rindu dan kepedihan karena ditinggal sang ayah.
![CERMIN: Pertikaian Gatotkaca dan Ayahnya]()
Foto: Satria Dewa Studio
Seandainya saja Satria Dewa: Gatotkacaberfokus pada hubungan soal ayah-anak itu, niscaya kita akan lebih tersentuh dan lebih mudah memahami. Karena hakikatnya kisah-kisah dalam pewayangan memang adalan kisah-kisah yang dekat dalam hidup. Bahwa hidup bukan melulu soal bagaimana bertahan dari hari ke hari tapi juga bagaimana bertahan dari ancaman dan pengkhianatan.
Sebenarnya kita memang punya materi cerita berlimpah sejak dulu untuk genre superhero. Sudah saatnya anak-anak kita tak cuma akrab dengan Superman atau Spiderman, tapi mereka pun kini bisa mengagumi Gatotkaca.
Ia adalah sosok karismatik dalam wujud anak muda bernama Yuda. Ia yang luntang-lantung mencari pekerjaan, tapi tetap berbakti pada ibunya dan sangat setia pada persahabatannya dengan Erlangga.

Foto: Satria Dewa Studio
Satria Dewa: Gatotkaca mencoba membuat kisah yang kompleks yang terjadi di sekeliling Gatotkaca menjadi sesederhana bahwa ini adalah kisah ayah dan anak. Kisah tentang seorang ayah yang menghilang dari kehidupan sang anak, kisah seorang anak yang membenci ayahnya yang meninggalkannya ibunya dan dirinya begitu saja, serta kisah tentang pengorbanan hingga kesalahpahaman.
Hanung Bramantyo adalah sosok yang selalu cerdik mereduksi soal-soal besar untuk diletakkannya menjadi kisah-kisah personal. Dan tentu saja perlu dilakukannya agar penonton seperti saya merasa relevan dengannya.
Di balik dialog-dialog yang sering membuat kening berkerut, di balik informasi yang sebagian besar dituturkan melalui dialog dan bukan visual, di balik pertarungan hebat Gatotkaca dengan musuh-musuh yang tiba-tiba muncul satu demi satu, kita melihat Gatotkaca sebagaimana kita: seseorang yang memendam rasa rindu dan kepedihan karena ditinggal sang ayah.

Foto: Satria Dewa Studio
Seandainya saja Satria Dewa: Gatotkacaberfokus pada hubungan soal ayah-anak itu, niscaya kita akan lebih tersentuh dan lebih mudah memahami. Karena hakikatnya kisah-kisah dalam pewayangan memang adalan kisah-kisah yang dekat dalam hidup. Bahwa hidup bukan melulu soal bagaimana bertahan dari hari ke hari tapi juga bagaimana bertahan dari ancaman dan pengkhianatan.
Lihat Juga :