Demotivasi, Pandemi, dan New Normal, Apa yang Mesti Dilakukan?
Rabu, 08 Juli 2020 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
1. SADARI, TERIMA, DAN AKUI YANG KAMU RASAKAN
![Demotivasi, Pandemi, dan New Normal, Apa yang Mesti Dilakukan?]()
Foto: Freepik
Hal ini memang gak gampang. Sering kita menyangkal apa yang lagi kita rasakan, salah satunya mungkin karena kita takut menghadapi kenyataan bahwa kita gak sekuat yang kita bayangkan. Walau begitu, mempraktikkan tiga hal di atas sangat penting supaya kita bisa makin mengenal diri kita sendiri dan mengidentifikasi apa yang sekiranya perlu kita lakukan untuk menghadapi perasaan itu.
2. BERAKSI
![Demotivasi, Pandemi, dan New Normal, Apa yang Mesti Dilakukan?]()
Foto: Freepik
Penting untuk diingat bahwa sering kali kita terjebak dengan perasaan kita sendiri. Kita malah sekadar berandai-andai tentang apa yang bisa kita lakukan untuk menghalau perasaan negatif yang kita rasakan. (Baca Juga: Kegiatan yang Bisa Menenangkan Hatimu di Tengah Kisruhnya Pandemi )
Misalnya, si A menyadari bahwa ia hilang semangat karena perasaan cemas gara-gara menonton berita kematian korban COVID-19 yang bertubi-tubi. Langkah lanjutan yang seharusnya dilakukan si A adalah memahami bahayanya virus ini, dan melakukan pencegahan semaksimal mungkin. Intinya, beraksilah, bukan sekadar memikirkannya saja yang akhirnya membuat emosi jadi tak stabil.

Foto: Freepik
Hal ini memang gak gampang. Sering kita menyangkal apa yang lagi kita rasakan, salah satunya mungkin karena kita takut menghadapi kenyataan bahwa kita gak sekuat yang kita bayangkan. Walau begitu, mempraktikkan tiga hal di atas sangat penting supaya kita bisa makin mengenal diri kita sendiri dan mengidentifikasi apa yang sekiranya perlu kita lakukan untuk menghadapi perasaan itu.
2. BERAKSI

Foto: Freepik
Penting untuk diingat bahwa sering kali kita terjebak dengan perasaan kita sendiri. Kita malah sekadar berandai-andai tentang apa yang bisa kita lakukan untuk menghalau perasaan negatif yang kita rasakan. (Baca Juga: Kegiatan yang Bisa Menenangkan Hatimu di Tengah Kisruhnya Pandemi )
Misalnya, si A menyadari bahwa ia hilang semangat karena perasaan cemas gara-gara menonton berita kematian korban COVID-19 yang bertubi-tubi. Langkah lanjutan yang seharusnya dilakukan si A adalah memahami bahayanya virus ini, dan melakukan pencegahan semaksimal mungkin. Intinya, beraksilah, bukan sekadar memikirkannya saja yang akhirnya membuat emosi jadi tak stabil.
Lihat Juga :