CERMIN: Kebangkitan Genre Superhero Indonesia
Sabtu, 19 November 2022 - 08:21 WIB
loading...
Film Sri Asih sebagai superhero perempuan pertama di Indonesia melanjutkan Jagat Sinema Bumilangit. Foto/Screenplay Bumilangit
A
A
A
JAKARTA - Tahun 1954. Ayah saya baru berusia empat tahun dan Indonesia telah melahirkan superhero pertamanya, Sri Asih.
Sri Asih diperkenalkan pertama kali melalui komik besutan R.A. Kosasih terbitan Penerbit Melodie, Bandung. Karena dianggap cukup sukses, setahun berikutnya komik tersebut diadaptasi menjadi film yang digarap duo sutradara, Turino Djunaidy dan Tan Sing Hwat dan menampilkan Mimi Mariani sebagai Sri Asih.
Sri Asih menjadi perintis dalam banyak hal. Ia menjadi salah satu superhero pertama sekaligus superhero perempuan pertama di Indonesia. Karenanya sangat wajar Bumilangit Universe memberi tempat terhormat kepada sosok ini menjadi superhero kedua yang tampil setelah Gundala.
Genre superhero tidak cukup banyak diproduksi di Indonesia karena alasan yang jelas: tidak cukup banyak investor yang cukup gila membenamkan puluhan miliar ke dalam sebuah film. Meski untuk alasan nasionalisme sekalipun.
![CERMIN: Kebangkitan Genre Superhero Indonesia]()
Foto: Screenplay Bumilangit
Terakhir kalinya genre superhero cukup banyak tampil di bioskop sekitar 30-40 tahun lalu. Dalam periode 1970-1980-an cukup banyak film bergenre action superhero yang diproduksi. Sebutlah di antaranya Rama: Superman Indonesia(1974), Darna Ajaib(1980), dan Gundala Putra Petir(1981).
Karena itulah ketika sejumlah perintis dalam perfilman Indonesia kembali muncul untuk menyemarakkan genre superhero, tentu saja perlu didukung. Tanpa alasan apa pun. Kita melihat sejumlah jagat/universe bermunculan dan tentunya menggairahkan. Salah satunya jagat Bumilangit.
Kemunculan perdana Gundala pada 2019 yang membukukan hampir 1,7 juta penonton tentunya membawa angin segar. Bahwa penonton bioskop di Indonesia sudah siap dengan kebangkitan kembali genre superhero.
Sri Asih diperkenalkan pertama kali melalui komik besutan R.A. Kosasih terbitan Penerbit Melodie, Bandung. Karena dianggap cukup sukses, setahun berikutnya komik tersebut diadaptasi menjadi film yang digarap duo sutradara, Turino Djunaidy dan Tan Sing Hwat dan menampilkan Mimi Mariani sebagai Sri Asih.
Sri Asih menjadi perintis dalam banyak hal. Ia menjadi salah satu superhero pertama sekaligus superhero perempuan pertama di Indonesia. Karenanya sangat wajar Bumilangit Universe memberi tempat terhormat kepada sosok ini menjadi superhero kedua yang tampil setelah Gundala.
Genre superhero tidak cukup banyak diproduksi di Indonesia karena alasan yang jelas: tidak cukup banyak investor yang cukup gila membenamkan puluhan miliar ke dalam sebuah film. Meski untuk alasan nasionalisme sekalipun.

Foto: Screenplay Bumilangit
Terakhir kalinya genre superhero cukup banyak tampil di bioskop sekitar 30-40 tahun lalu. Dalam periode 1970-1980-an cukup banyak film bergenre action superhero yang diproduksi. Sebutlah di antaranya Rama: Superman Indonesia(1974), Darna Ajaib(1980), dan Gundala Putra Petir(1981).
Karena itulah ketika sejumlah perintis dalam perfilman Indonesia kembali muncul untuk menyemarakkan genre superhero, tentu saja perlu didukung. Tanpa alasan apa pun. Kita melihat sejumlah jagat/universe bermunculan dan tentunya menggairahkan. Salah satunya jagat Bumilangit.
Kemunculan perdana Gundala pada 2019 yang membukukan hampir 1,7 juta penonton tentunya membawa angin segar. Bahwa penonton bioskop di Indonesia sudah siap dengan kebangkitan kembali genre superhero.
Lihat Juga :