Ilmuwan Indonesia Temukan Cara Cegah Amblyopia pada Anak

Rabu, 08 Juli 2020 - 18:49 WIB
loading...
Ilmuwan Indonesia Temukan...
Kelainan pada neuron diidentifikasi sebagai penyebab amblyopia anak yang dapat mengakibatkan cacat permanen pada mata. Foto Ilustrasi/SmartParents
A A A
JAKARTA - Peneliti gabungan dari University of California Irvine dan Louisiana University mengidentifikasi faktor yang menyebabkan terjadinya kelemahan penglihatan (amblyopia) dini pada anak. Yaitu neuron atau sel saraf yang tidak berfungsi secara tepat.

Neuron sendiri adalah unit dasar otak dan sistem saraf yang bertanggung jawab untuk menerima input sensorik dari dunia luar. Kelainan pada neuron ini yang diidentifikasi sebagai penyebab amblyopia anak yang dapat mengakibatkan cacat permanen pada mata.

Dr. Taruna Ikrar, Ph.D, ilmuwan asal Indonesia yang bekerja sebagai profesor yang juga Kepala Pusat Penelitian Otak di Pacific Health Sciences University California sekaligus Anggota American College of Clinical Pharmacology menjadi bagian dalam penelitian tersebut. (Baca Juga: Asupan Baik untuk Cegah Infeksi Urin )

Menurut Dr. Taruna, temuannya yang dimuat dalam Jurnal Internasional Current Biology dengan judul "Layer 4 Gates Plasticity in Visual Cortex Independent of a Canonical Microcircuit" itu memberi harapan bagi kita untuk mencegah terjadinya amblyopia pada anak.

"Sebagai mana diketahui, anak-anak yang menderita amblyopia dan gangguan penglihatan karena kerusakan saraf penglihatan, dalam perkembangannya dapat mengakibatkan cacat permanen pada penglihatan. Sekalipun telah dilakukan operasi atau memperbaiki aksis amblyopia-nya," kata Dr. Taruna melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.

Kerusakan ini sering diakibatkan oleh perkembangan sistem saraf otak yang tidak benar atau dengan kata lain terjadi satu kesalahan dalam perkembangan sistem saraf pada fase pertumbuhan anak tersebut.

Pada penelitian ini ditemukan pula fenomena yang ditunjukkan oleh jenis atau tipe tertentu inhibitory neuron (neuron penghambat) yang mengontrol fase waktu. Yaitu bahwa periode kritis dari pertumbuhan dan perkembangan fase awal penglihatan terjadi sebelum anak berusia 7 tahun. Para peneliti menemukan, fungsi yang tidak tepat dari neuron selama periode kritis perkembangan sistem saraflah yang bertanggung jawab terhadap kecacatan penglihatan ini. (Baca Juga: Dr Reisa Sebut Vaksin Lokal Covid-19 Diharapkan Tersedia pada 2021 )

“Jenis neuron yang spesifik tersebut meregulasi fase atau periode kritis selama perkembangan anak yang selama ini masih menjadi misteri,” imbuh Dr. Taruna.

“Terobosan kami mengurai jalan baru untuk perawatan yang dapat mengembalikan penglihatan normal pada anak-anak yang memiliki gangguan penglihatan awal,” pungkasnya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Hanya Sehat, Olahraga...
Tak Hanya Sehat, Olahraga Calon Ayah Berpotensi Perbaiki DNA Anak
Tak Sekadar Fashion,...
Tak Sekadar Fashion, Kacamata Hitam Bisa Lindungi Mata dari Penyakit Ini
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Peringatan WDHD 2026,...
Peringatan WDHD 2026, Orang Tua Diajak Pahami Kesehatan Saluran Cerna Anak
Jangan Paksa Anak Makan...
Jangan Paksa Anak Makan Saat Demam, Ini Penjelasan Dokter!
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Rekomendasi
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Berita Terkini
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 21: Elio Diam-Diam Terus Mendekati Arumi
Lewat Buku, Saddam Permana...
Lewat Buku, Saddam Permana Bongkar Kisah Masa Lalunya
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Infografis
Gejala HMPV pada Anak,...
Gejala HMPV pada Anak, Penyakit yang Mewabah di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved