Pimpin Misa Pemberkatan Nikah Pasutri Diaspora NTT di Jakarta, Mgr Paulinus Sentil Mahar Perkawinan
Senin, 21 November 2022 - 06:17 WIB
loading...
A
A
A
"Kami sangat bersyukur dan berterimakasih untuk KPM, FKM Flobamora dan semua panitia yang terlibat dalam acara nikah massal ini," kesan Venansius yang berasal dari Kilit, Reo Barat, Manggarai itu.
"Sangat luar biasa sekali. Terima kasih juga untuk segala bentuk tenaga, waktu, pengorbanan dari ibu-ibu KPM dan bapak-bapak FKM sehingga semuanya berjalan dengan lancar," kesan Maria yang berasal dari Watu Jaji, Bajawa itu.
Ketua KPM Emiliana A.K mengatakan, pihaknya menyelenggarakan acara tersebut untuk membantu pasangan suami-istri itu bisa dinikahkan secara Katolik dan diakui oleh negara. "Kehadiran kami melakukan kegiatan ini adalah membantu Gereja supaya pernikahan anak-anak kami ini bisa terlaksana," katanya.
Menurut catatan KPM kata Emiliana, tak sedikit keluarga Manggarai diaspora yang tinggal di Jabodetabek belum diresmikan secara hukum gereja. "Itulah alasan mengapa komunitas ini membantu pemberkatan dalam konteks nikah masal ini," tegasnya.
Pekerjaan KPM, kata Emiliana, tak hanya berhenti pada upaya menikahkan pasangan tersebut secara massal. Akan tetapi, KPM akan membantu mengurus mendaftarkan administrasi hingga ke catatan sipil.
"Sebagian besar pasangan ini sudah memiliki anak. Nanti anak-anak mereka bisa dibaptis secara Gereja Katolik. Kemudian setelah pemberkatan ini sah secara hukum gereja dan kami juga membantu pernikahan ini sah menurut hukum negara. Apa yang menjadi hak ataupun kewajiban kita sebagai warga negara itu bisa kita dapatkan," tutupnya.
"Sangat luar biasa sekali. Terima kasih juga untuk segala bentuk tenaga, waktu, pengorbanan dari ibu-ibu KPM dan bapak-bapak FKM sehingga semuanya berjalan dengan lancar," kesan Maria yang berasal dari Watu Jaji, Bajawa itu.
Ketua KPM Emiliana A.K mengatakan, pihaknya menyelenggarakan acara tersebut untuk membantu pasangan suami-istri itu bisa dinikahkan secara Katolik dan diakui oleh negara. "Kehadiran kami melakukan kegiatan ini adalah membantu Gereja supaya pernikahan anak-anak kami ini bisa terlaksana," katanya.
Menurut catatan KPM kata Emiliana, tak sedikit keluarga Manggarai diaspora yang tinggal di Jabodetabek belum diresmikan secara hukum gereja. "Itulah alasan mengapa komunitas ini membantu pemberkatan dalam konteks nikah masal ini," tegasnya.
Pekerjaan KPM, kata Emiliana, tak hanya berhenti pada upaya menikahkan pasangan tersebut secara massal. Akan tetapi, KPM akan membantu mengurus mendaftarkan administrasi hingga ke catatan sipil.
"Sebagian besar pasangan ini sudah memiliki anak. Nanti anak-anak mereka bisa dibaptis secara Gereja Katolik. Kemudian setelah pemberkatan ini sah secara hukum gereja dan kami juga membantu pernikahan ini sah menurut hukum negara. Apa yang menjadi hak ataupun kewajiban kita sebagai warga negara itu bisa kita dapatkan," tutupnya.
(don)
Lihat Juga :