CERMIN: Pembunuh Berdarah Dingin tanpa Darah di Tangannya

Rabu, 30 November 2022 - 14:59 WIB
loading...
CERMIN: Pembunuh Berdarah...
Film The Good Nurse menyajikan kisah perawat yang jadi pembunuh berantai tanpa dramatisasi gambar berlebihan. Foto/Netflix
A A A
JAKARTA - Tahun 2022. Saya mencoba menyaksikan serial Dahmerdi Netflix, dan berhenti menontonnya setelah 10 menit durasinya berlangsung.

Sejak meledaknya kisah-kisah yang menyoal pembunuh berdarah dingin, baik dalam format film, serial, miniseri hingga dokumenter, selalu ada ekspektasi dari pembuatnya untuk menyajikannya sesensasional mungkin. Maka semakin banyak darah semakin baik. Semakin berjibun adegan kekerasan semakin menarik. Dan semakin banyak adegan kontroversial semakin potensial menjadi viral.

Dahmermemenuhi semua syarat yang dibutuhkan itu. Darah, kekerasan, hingga adegan homoseksual meluap sepanjang episodenya. Alih-alih membuat bergidik, saya malah menjadi muak. Akhirnya saya menghentikan niat untuk sekadar menyelesaikan episode pertama.

Tapi saya tak sendiri merasakan hal itu. Tobias Lindholm pun mengalami hal serupa. Selalu ada ekspektasi untuk menyajikan kisah soal pembunuh berdarah dingin itu berdasar formula yang sudah terbangun dalam imajinasi penonton. Tapi bukankah jika semuanya sudah formulaic sudah tak menyajikan kejutan lagi?

CERMIN: Pembunuh Berdarah Dingin tanpa Darah di Tangannya

Foto: Netflix

Sebagai pembuat film, saya pun mungkin akan menempuh cara yang dilakukan Tobias. Bagaimana menyajikan kisah tentang pembunuh berdarah dingin sebersih mungkin tanpa darah?

Pendekatan inilah yang digunakannya dalam film The Good Nurse yang bisa disaksikan di Netflix. Sebuah crime-thriller tanpa darah, tanpa kekerasan, juga tanpa adegan-adegan kontroversial. Tanpa semua itu, Tobias bisa melakukannya dengan brilian.

Baca Juga: CERMIN: Pornografi, Feminisme, dan Hal-Hal di Antaranya

The Good Nursebersumber dari buku berjudul sama, The Good Nurse: A True Story of Medicine, Madness and Murder yang ditulis Charles Graeber. Setelah penangkapannya pada Desember 2003, media langsung menjuluki Charlie Cullen sebagai Angel of Death atau Malaikat Pencabut Nyawa.

Charlie tampak sangat berbeda dari kebanyakan pembunuh berdarah dingin. Ia tak tampak sebagai penjahat maupun sebagai monster berwujud manusia. Ia hadir sebagai anak yang berbakti, suami dan ayah yang penyayang, sahabat dan perawat yang disukai. Namun dalam bertahun-tahun menjalani kariernya sebagai perawat, apa yang membuatnya bisa membunuh sekitar 400 pasien begitu saja?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
Meksiko Tumbangkan Ceko...
Meksiko Tumbangkan Ceko 3-0 di Laga Penutup Grup A Piala Dunia 2026
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Berita Terkini
Menembus Lima Abad Sejarah...
Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua
Bongkar: Debi Ceper...
Bongkar: Debi Ceper Beberkan Alasan Tetap Bertahan di Dunia Hiburan
Sering Dibully karena...
Sering Dibully karena Kondisi Fisiknya, Debi Ceper Mengaku Tak Pernah Sakit Hati
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Rossa Umumkan Asuh Anak...
Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan, Warganet Ikut Terharu
Belum Move On, Aji Darmaji...
Belum Move On, Aji Darmaji Tak Kuat Lihat Rumah Lama dengan Mpok Alpa di Ciganjur
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved