Arupa Kata Rilis Album Sedetik Senyawa, Kisahkan Tragedi Alam di Dunia
Jum'at, 09 Desember 2022 - 16:52 WIB
loading...
A
A
A
Semua karya lagu Arupa Kata mengandung renungan kehidupan yang penuh dengan pesan filsafat.
Lagu-lagu dalam Album Sedetik Senyawa antara lain Jelebu Durjana, Sedetik Senyawa, Fatamorgana, Delusi, Kuasa Tirta, Tenggelam Dalam Diam, Bertahan Untuk Bahagia, dan Nestapa.
Di setiap lagu Arupa Kata memiliki pesan yang mendalam, seperti lagu Jelebu Durjana yang artinya kekejian gas dan asap’ akibat perbuatan segelintir manusia.
"Lagu Jelebu Durjana ini renungan untuk mengenang korban asap dan gas air mata yang terjadi di negeri ini, seperti bencana kebakaran gambut, tragedi kecelakan di Tol Trans Jawa dan Tragedi Kanjuruhan yang telah memakan banyak korban jiwa," ungkap Didit Wibi.
"Satu lagi cerita tentang lagu Tenggelam Dalam Diam dan Bertahan Untuk Bahagia. Lagu ini menceritakan kehidupan masyarakat muara di pesisir pantai, terutama di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong yang sudah menjadi langanan banjir rob akibat bencana abrasi juga banjir luapan air sungai Citarum."
"Mereka tidak bisa hidup tenang karena terus terbayang terjangan air yang akan mengenangi pemukiman mereka. Dalam hal ini mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak adanya relokasi pemukiman ataupun penyelesaian lainnya, mereka hanya bisa bertahan dengan caranya mereka sendiri untuk terus melanjutkan kehidupan di genangan bencana air tersebut," tuturnya.
Lagu-lagu dalam Album Sedetik Senyawa antara lain Jelebu Durjana, Sedetik Senyawa, Fatamorgana, Delusi, Kuasa Tirta, Tenggelam Dalam Diam, Bertahan Untuk Bahagia, dan Nestapa.
Di setiap lagu Arupa Kata memiliki pesan yang mendalam, seperti lagu Jelebu Durjana yang artinya kekejian gas dan asap’ akibat perbuatan segelintir manusia.
"Lagu Jelebu Durjana ini renungan untuk mengenang korban asap dan gas air mata yang terjadi di negeri ini, seperti bencana kebakaran gambut, tragedi kecelakan di Tol Trans Jawa dan Tragedi Kanjuruhan yang telah memakan banyak korban jiwa," ungkap Didit Wibi.
"Satu lagi cerita tentang lagu Tenggelam Dalam Diam dan Bertahan Untuk Bahagia. Lagu ini menceritakan kehidupan masyarakat muara di pesisir pantai, terutama di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong yang sudah menjadi langanan banjir rob akibat bencana abrasi juga banjir luapan air sungai Citarum."
"Mereka tidak bisa hidup tenang karena terus terbayang terjangan air yang akan mengenangi pemukiman mereka. Dalam hal ini mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak adanya relokasi pemukiman ataupun penyelesaian lainnya, mereka hanya bisa bertahan dengan caranya mereka sendiri untuk terus melanjutkan kehidupan di genangan bencana air tersebut," tuturnya.
Lihat Juga :