CERMIN: Segitiga Kesetaraan, Patriarki, dan Kapitalisme
Rabu, 14 Desember 2022 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: CERMIN: Gina S Noer dan Keberpihakan pada Perempuan
Hanya Ruben seorang mungkin sutradara di dunia ini yang bisa mengobrolkan tiga isu penting itu dalam sebuah cerita ringan, dituturkan dengan asyik, tak bikin kening berkerut, membuat kita tersenyum sekaligus merasa tertamparpada saat bersamaan.
Pemenang Palme d’Or Cannes Film Festival 2022 ini layaknya sebuah esai yang ditulis dengan gaya jurnalisme sastrawi oleh seorang penutur brilian sekaligus tekun, serta punya kadar humor luar biasa. Ia punya kemampuan menertawakan banyak hal tanpa merasa perlu menceramahi penonton. Triangle of Sadnessadalah sebuah komedi tentang tiga pilar kehidupan tempat kita berada saat ini.
![CERMIN: Segitiga Kesetaraan, Patriarki, dan Kapitalisme]()
Foto:KlikFilm
Mari bertemu dengan Yaya dan Carl. Ruben memperkenalkan karakter Carl dengan brilian melalui sesi casting model. Di sela-sela kasting, seorang presenter menghadap ke kameranya, asyik mengomentari kesetaraan walau nyinyir bin nyelekit. Ia mengobrolkan soal kesetaraan yang tak didapatkan para model pria. Bayaran mereka hanya sepertiga dari yang diperoleh model perempuan.
Kesetaraan lantas dibawa oleh Ruben ketika cerita berpindah ke kapal pesiar mewah saat Yaya dan Carl berinteraksi dengan para orang kaya. Di sini ia mulai menyinggung soal kapitalisme.
Bagaimana para orang kaya merasa berkuasa dengan uangnya dan merasa bebas memerintahkan apa pun yang diinginkannya. Seorang istri pengusaha kaya Rusia meminta seluruh kru kapal untuk mencoba seluncuran air di tengah jadwal kerja mereka. Dan sebagai bentuk pelayanan yang baik, mereka semua tak punya kuasa untuk menolak permintaan ajaib tersebut.
Lalu Ruben membawa kita ke bagian ketiga ceritanya saat ia mengolok-olok soal patriarki. Rupanya kapal pesiar mewah tersebut dibajak dan lantas meledak. Sejumlah penumpang kapal selamat termasuk Abigail, seorang manajer toilet.
Hanya Ruben seorang mungkin sutradara di dunia ini yang bisa mengobrolkan tiga isu penting itu dalam sebuah cerita ringan, dituturkan dengan asyik, tak bikin kening berkerut, membuat kita tersenyum sekaligus merasa tertamparpada saat bersamaan.
Pemenang Palme d’Or Cannes Film Festival 2022 ini layaknya sebuah esai yang ditulis dengan gaya jurnalisme sastrawi oleh seorang penutur brilian sekaligus tekun, serta punya kadar humor luar biasa. Ia punya kemampuan menertawakan banyak hal tanpa merasa perlu menceramahi penonton. Triangle of Sadnessadalah sebuah komedi tentang tiga pilar kehidupan tempat kita berada saat ini.

Foto:KlikFilm
Mari bertemu dengan Yaya dan Carl. Ruben memperkenalkan karakter Carl dengan brilian melalui sesi casting model. Di sela-sela kasting, seorang presenter menghadap ke kameranya, asyik mengomentari kesetaraan walau nyinyir bin nyelekit. Ia mengobrolkan soal kesetaraan yang tak didapatkan para model pria. Bayaran mereka hanya sepertiga dari yang diperoleh model perempuan.
Kesetaraan lantas dibawa oleh Ruben ketika cerita berpindah ke kapal pesiar mewah saat Yaya dan Carl berinteraksi dengan para orang kaya. Di sini ia mulai menyinggung soal kapitalisme.
Bagaimana para orang kaya merasa berkuasa dengan uangnya dan merasa bebas memerintahkan apa pun yang diinginkannya. Seorang istri pengusaha kaya Rusia meminta seluruh kru kapal untuk mencoba seluncuran air di tengah jadwal kerja mereka. Dan sebagai bentuk pelayanan yang baik, mereka semua tak punya kuasa untuk menolak permintaan ajaib tersebut.
Lalu Ruben membawa kita ke bagian ketiga ceritanya saat ia mengolok-olok soal patriarki. Rupanya kapal pesiar mewah tersebut dibajak dan lantas meledak. Sejumlah penumpang kapal selamat termasuk Abigail, seorang manajer toilet.
Lihat Juga :