Naik Roller Coaster di Masa Pandemi, Taman Hiburan di Jepang Larang Pengunjung Berteriak
Minggu, 12 Juli 2020 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Aturan tak boleh berteriak, selain harus terus memakai masker, dimaksudkan untuk menyetop penyebaran droplet yang berpotensi melayang ke luar dari mulut seseorang yang berteriak saat berada pada kecepatan 80 meter per jam.
Namun aturan ini agaknya sulit ditegakkan, apalagi menurut pengelola taman hiburan kepada Wall Street Journal, pihaknya tidak menerapkan hukuman atas pengunjung yang melakukan pelanggaran. (Baca Juga: New Normal, Kawasan Nusa Dua Jadi Pilot Project Pariwisata CHS )
Di sisi, sejumlah pengunjung rupanya menanggapi serius aturan tak boleh berteriak tersebut. Di antaranya ditunjukkan oleh dua orang eksekutif yang naik roller coaster dengan muka serius dan diam tanpa suara. Pengelola Fuji-Q Highland telah mengunggah video mereka di internet dan menjadi viral. Lewat video itu, pihak taman hiburan ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa naik roller coaster tanpa berteriak pun bisa kok.
Namun aturan ini agaknya sulit ditegakkan, apalagi menurut pengelola taman hiburan kepada Wall Street Journal, pihaknya tidak menerapkan hukuman atas pengunjung yang melakukan pelanggaran. (Baca Juga: New Normal, Kawasan Nusa Dua Jadi Pilot Project Pariwisata CHS )
Di sisi, sejumlah pengunjung rupanya menanggapi serius aturan tak boleh berteriak tersebut. Di antaranya ditunjukkan oleh dua orang eksekutif yang naik roller coaster dengan muka serius dan diam tanpa suara. Pengelola Fuji-Q Highland telah mengunggah video mereka di internet dan menjadi viral. Lewat video itu, pihak taman hiburan ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa naik roller coaster tanpa berteriak pun bisa kok.
(tsa)
Lihat Juga :