Ini Perbedaan KKN di Desa Penari Luwih Dowo Luwih Medeni dengan Versi Sebelumnya
Kamis, 29 Desember 2022 - 16:19 WIB
loading...
Versi terbaru dari film horor KKN di Desa Penari, yakni KKN di Desa Penari: Luwih Dowo Luwih Medeni sudah mulai tayang pada 29 Desember 2022. / Foto: Thomas Manggalla
A
A
A
JAKARTA - Versi terbaru film KKN di Desa Penari dengan judul KKN di Desa Penari: Luwih Dowo Luwih Medeni mulai ditayangkan pada 29 Desember 2022. Lantas apa perbedaan versi terbaru ini dengan pendahulunya?
Sang produser, Manoj Punjabi pun menyampaikan sejumlah perbedaan dan alasan menghadirkan versi terbaru ini. "Saya belum pernah lakukan (versi) extended. Tidak pernah kepikiran untuk memanjangkan film," ujarnya ketika ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Manoj mengaku sangat kritis terhadap film yang diproduserinya. Dan untuk versi ini, dia merasa kontennya sangat dibutuhkan.
Baca juga: Menkes Ungkap Omicron BF.7 Sudah Ada 15 Kasus di Indonesia
"Mulai baca Twitter, sosial media, fans ingin tahu lebih banyak lagi, dan ini layak dijadikan extention. Setelah kami pikir, ada banyak adegan yang missing dan buru-buru (di versi awal), dan merasa ini lebih lengkap," jelasnya.
Lebih lanjut, Manoj mengutarakan, perbedaan yang dapat dilihat penonton jika dibandingkan dengan versi pertamanya. Ada lebih banyak adegan, detail yang lebih disesuaikan dengan utas Twitter @simpleman yang viral beberapa waktu lalu itu.
"Ketika saya nonton lagi secara utuh, versi ini sesuai dengan 'Luwih Dowo, Luwih Medeni', lebih panjang dan mengerikan. Bukan adegan-adegan horor saja, tapi drama yang lebih smooth dan make sense, jadi layak di-treat sebagai film baru," tuturnya.
Sang produser, Manoj Punjabi pun menyampaikan sejumlah perbedaan dan alasan menghadirkan versi terbaru ini. "Saya belum pernah lakukan (versi) extended. Tidak pernah kepikiran untuk memanjangkan film," ujarnya ketika ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Manoj mengaku sangat kritis terhadap film yang diproduserinya. Dan untuk versi ini, dia merasa kontennya sangat dibutuhkan.
Baca juga: Menkes Ungkap Omicron BF.7 Sudah Ada 15 Kasus di Indonesia
"Mulai baca Twitter, sosial media, fans ingin tahu lebih banyak lagi, dan ini layak dijadikan extention. Setelah kami pikir, ada banyak adegan yang missing dan buru-buru (di versi awal), dan merasa ini lebih lengkap," jelasnya.
Lebih lanjut, Manoj mengutarakan, perbedaan yang dapat dilihat penonton jika dibandingkan dengan versi pertamanya. Ada lebih banyak adegan, detail yang lebih disesuaikan dengan utas Twitter @simpleman yang viral beberapa waktu lalu itu.
"Ketika saya nonton lagi secara utuh, versi ini sesuai dengan 'Luwih Dowo, Luwih Medeni', lebih panjang dan mengerikan. Bukan adegan-adegan horor saja, tapi drama yang lebih smooth dan make sense, jadi layak di-treat sebagai film baru," tuturnya.
Lihat Juga :