9 Anime Berbiaya Besar yang Gagal Meraup Keuntungan
Senin, 09 Januari 2023 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Steamboy adalah salah satu anime dengan animasi yang paling enak ditonton. Film ini juga memecahkan rekor dalam hal biaya produksi, waktu produksi hingga jumlah gambar. Tapi, dengan anggaran sekitar USD26 juta, Steamboy tidak mampu balik modal. Film itu hanya meraup USD18 juta.
Hype dan pujian kritikus, hingga animasi yang cantik dan disutradarai Katushiro Otomo, Steamboy tidak mampu menarik penonton. Film itu dilupakan hampir oleh semua orang, kecuali maniak anime. Film itu saat ini diingat atas demo animasinya yang keren ketimbang filmnya.
![9 Anime Berbiaya Besar yang Gagal Meraup Keuntungan]()
Foto: IMDb
Pada tahun 1990-an, studio film Nikkatsu mengeluarkan lebih dari USD5 juta untuk mewujudkan rencana ambisiusnya terhadap Gundress. Mereka ingin mengubah anime cyberpunk itu menjadi sebuah franchise multimedia besar. Untuk mewujudkannya, mereka mempercayakannya kepada tim animasi ORCA serta kreator Ghost in the Sell, yaitu Masamune Shirow.
Sayangnya, semua tak berjalan sesuai harapan. Gundress harus hancur akibat banyaknya kesalahan dalam produksinya, termasuk di antaranya adalah kurangnya pengalaman dalam tim produksi. Gundress tampil begitu buruk sampai para kreatornya meninggalkan dunia anime sejak itu. Tim animasi ORCA pun tidak pernah terdengar lagi kabarnya. Sementara Nikkatsu memilih kembali ke sektor live-action.
![9 Anime Berbiaya Besar yang Gagal Meraup Keuntungan]()
Foto: The Washington Post
The Tale of the Princess Kaguya adalah salah satu film anime paling underrated dari Studio Ghibli. Proyek ini merupakan karya terakhir yang disutradarai oleh Isao Takahata sebelum kematiannya pada 2018. Dari seni dan animasinya, film ini terlihat berbeda dengan kebanyakan film Ghibli yang dibesut Hayao Miyazaki.
Film ini mendapatkan banyak pujian dari kritikus. Tapi, itu tidak sebanding dengan pendapat audiens. Film itu memakan biaya produksi yang sangat besar dengan durasi sekitar 2 jam. Tapi, The Tale of the Princess Kaguya gagal menarik minat penonton. Film itu hanya menghasilkan sekitar USD27 juta setelah dirilis.
![9 Anime Berbiaya Besar yang Gagal Meraup Keuntungan]()
Foto: Variety
Kapten Harlock adalah ikon anime nostalgia. Tapi, dia tidak bisa lari dari adaptasi buruk. Pada 2013, sosok itu mendapatkan reboot CG dengan film berjudul Space Pirate Captain Harlock. Animasi 3D-nya bahkan mendapatkan pujian dari sutradara Avatar, James Cameron.
Tapi, pujian itu tidak ada artinya karena film ini jeblok. Dengan biaya produksi sebesar USD30 juta, film itu hanya meraup USD24 juta. Sebagian besar pendapatan itu berasal dari luar Jepang karena film ini tidak laku di negara asalnya itu. Film itu dikritik karena plotnya yang kacau.
Hype dan pujian kritikus, hingga animasi yang cantik dan disutradarai Katushiro Otomo, Steamboy tidak mampu menarik penonton. Film itu dilupakan hampir oleh semua orang, kecuali maniak anime. Film itu saat ini diingat atas demo animasinya yang keren ketimbang filmnya.
6. Gundress

Foto: IMDb
Pada tahun 1990-an, studio film Nikkatsu mengeluarkan lebih dari USD5 juta untuk mewujudkan rencana ambisiusnya terhadap Gundress. Mereka ingin mengubah anime cyberpunk itu menjadi sebuah franchise multimedia besar. Untuk mewujudkannya, mereka mempercayakannya kepada tim animasi ORCA serta kreator Ghost in the Sell, yaitu Masamune Shirow.
Sayangnya, semua tak berjalan sesuai harapan. Gundress harus hancur akibat banyaknya kesalahan dalam produksinya, termasuk di antaranya adalah kurangnya pengalaman dalam tim produksi. Gundress tampil begitu buruk sampai para kreatornya meninggalkan dunia anime sejak itu. Tim animasi ORCA pun tidak pernah terdengar lagi kabarnya. Sementara Nikkatsu memilih kembali ke sektor live-action.
5. The Tale of the Princess Kaguya

Foto: The Washington Post
The Tale of the Princess Kaguya adalah salah satu film anime paling underrated dari Studio Ghibli. Proyek ini merupakan karya terakhir yang disutradarai oleh Isao Takahata sebelum kematiannya pada 2018. Dari seni dan animasinya, film ini terlihat berbeda dengan kebanyakan film Ghibli yang dibesut Hayao Miyazaki.
Film ini mendapatkan banyak pujian dari kritikus. Tapi, itu tidak sebanding dengan pendapat audiens. Film itu memakan biaya produksi yang sangat besar dengan durasi sekitar 2 jam. Tapi, The Tale of the Princess Kaguya gagal menarik minat penonton. Film itu hanya menghasilkan sekitar USD27 juta setelah dirilis.
4. Space Pirate Captain Harlock

Foto: Variety
Kapten Harlock adalah ikon anime nostalgia. Tapi, dia tidak bisa lari dari adaptasi buruk. Pada 2013, sosok itu mendapatkan reboot CG dengan film berjudul Space Pirate Captain Harlock. Animasi 3D-nya bahkan mendapatkan pujian dari sutradara Avatar, James Cameron.
Tapi, pujian itu tidak ada artinya karena film ini jeblok. Dengan biaya produksi sebesar USD30 juta, film itu hanya meraup USD24 juta. Sebagian besar pendapatan itu berasal dari luar Jepang karena film ini tidak laku di negara asalnya itu. Film itu dikritik karena plotnya yang kacau.
Lihat Juga :