6 Imbauan Perhimpunan Dokter Paru Terkait Transmisi COVID-19 lewat Udara

Senin, 13 Juli 2020 - 20:00 WIB
loading...
6 Imbauan Perhimpunan...
WHO menyatakan kemungkinan penularan COVID-19 secara airborne pada kondisi ruang tertutup (indoor), ramai, dan ventilasi yang kurang baik. Foto Ilustrasi/Getty Images/Aurelien Meunier
A A A
JAKARTA - Hasil riset para ilmuwan yang disampaikan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait adanya kemungkinan transmisi SARS-CoV-2 melalui udara walaupun tanpa tindakan atau prosedur medis yang menghasilkan aerosol, membuat WHO harus mengeluarkan panduan terbaru terkait cara penularan virus penyebab COVID-19 itu.

Perbedaan signifikan antara penularan lewat airborne dan droplet adalah, airborne dapat menular pada jarak lebih 1 dari meter, sedangkan droplet kurang dari 1 meter. Airborne bertahan lama di udara sementara droplet tidak bertahan lama di udara. Hal tersebut tentu sangat berimplikasi terhadap cara pencegahan serta pengendalian COVID-19 karena transmisi airborne dan droplet sangat berbeda. (Baca Juga: Waspadai TB di Tengah Pandemi, Ini Bedanya dengan Covid-19 )

Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan penularan airborne terjadi ketika adanya tindakan yang menghasilkan aerosol. Setelah tindakan nebulizer dengan tenaga tinggi jet, satu penelitian menunjukkan RNA virus SARS-CoV-2 berada di sampel udara dalam aerosol selama 3 jam. Penelitian lain menunjukkan 16 jam dan ditemukan virus yang masih bisa bereplikasi jika masuk ke dalam sel.

Hal tersebut dilakukan secara eksperimen yang menginduksi aerosol yang tidak terjadi pada kondisi batuk pada manusia secara normal. Selain itu penelitian yang dilakukan di lingkungan fasilitas kesehatan tempat pasien COVID-19 dirawat, tapi tidak dilakukan prosedur yang menghasilkan aerosol, dilaporkan adanya keberadaan RNA SARS-CoV-2 di sampel udara. Namun, penelitian lain yang sama baik di fasilitas kesehatan maupun non-fasilitas kesehatan, tidak ditemukan keberadaan RNA SARS-CoV-2.

Beberapa laporan klinis petugas kesehatan yang terpapar COVID-19 menyebut, dalam kondisi tidak dilakukan prosedur yang menghasilkan aerosol, tak ditemukan transmisi nosokomial ketika pencegahan dan pengendalian kewaspadaan kontak serta droplet dilakukan secara benar. Termasuk menggunakan masker medis sebagai komponen alat pelindung diri. Hal tersebut menunjukkan tidak ada transmisi aerosol. Studi lebih lanjut diperlukan.

Pada kondisi di lingkungan di luar fasilitas medis, beberapa kejadian luar biasa berkaitan dengan ruangan tertutup atau indoor yang padat, kemungkinan ada transmisi secara aerosol atau airborne dikombinasi dengan transmisi droplet. Contohnya pada kegiatan paduan suara, di restoran, dan kelas fitnes.

Oleh karena itu, WHO menyatakan kemungkinan penularan secara airborne pada kondisi ruang tertutup (indoor), ramai, dan ventilasi yang kurang baik. Namun, WHO belum menyatakan secara pasti jika COVID-19 menular secara airborne. (Baca Juga: Waspada! 8 Makanan Ini Berisiko jika Tak Dimasak dengan Benar )

Dengan adanya risiko penularan secara airborne, terutama pada ruang tertutup, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) melalui siaran resminya Senin (13/7) mengeluarkan imbauan sebagai berikut:

1. Masyarakat tetap waspada dan tidak panik.
2. Menghindari keramaian, baik tempat tertutup maupun terbuka.
3. Menggunakan masker di mana dan kapan saja, bahkan di dalam ruangan.
4. Menciptakan ruangan dengan ventilasi yang baik (jendela dibuka sesering mungkin)
5. Tetap menjaga kebersihan tangan serta hindari menyentuh wajah sebelum cuci tangan.
6. Tetap menjaga jarak pada aktivitas sehari-hari.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspada Virus Hanta,...
Waspada Virus Hanta, Menkes Budi Minta Screening ke WHO, Siapkan Rapid Test dan PCR
Lab Indonesia 2026 Perkuat...
Lab Indonesia 2026 Perkuat Ekosistem Riset dan Industri Berbasis Teknologi
WHO Bantah Rumor soal...
WHO Bantah Rumor soal Vaksin Akibatkan Autisme
Penelitian: Ubah Pola...
Penelitian: Ubah Pola Makan ke Diet Mediterania Bisa Tambah Umur Bertahun-Tahun
Majukan Produk Herbal...
Majukan Produk Herbal Berkelas Global, Brand Ternama Indonesia Ini Raih Apresiasi WHO
WHO Apresiasi Inovasi...
WHO Apresiasi Inovasi Herbal Indonesia yang Mampu Tembus Pasar Global
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Rekomendasi
BMW Bedah M Concept...
BMW Bedah M Concept Neue Klasse, Sedan Listrik Tulen Berdesain Agresif
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Berita Terkini
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Juan Persia Vanesya...
Juan Persia Vanesya Siapkan Mental dan Bahasa Inggris untuk Audisi Miss Indonesia 2026
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Mutia Ingin Lawan Insecure
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Sambangi Yogyakarta, Cari Perempuan Berbakat dengan Kepedulian Sosial Tinggi
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved