Serius Banget, 10 Karakter Anime Kece Ini Tak Punya Selera Humor
Minggu, 15 Januari 2023 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Akutagawa sepertinya tidak paham ketika sebuah lelucon diucapkan. Kadang, ini malah menempatkannya di situasi kocak. Kurangnya selera humor Akutagawa juga bisa membuat orang lain mengacaukannya sementara dia sendiri tidak lebih bijak.
![Serius Banget, 10 Karakter Anime Kece Ini Tak Punya Selera Humor]()
Foto: ComicBook.com
Shoto Todoroki bukanlah orang paling emosional di My Hero Academia. Kepribadian anti sosial alamiahnya, digabungkan dengan kehidupan sulitnya di rumah, mempengaruhi perilakunya. Ini bisa membuatnya terlihat menjaga jarak dari teman-temannya. Karena ini, Shoto tidak benar-benar punya selera humor.
Di saat Shoto mendapatkan pengalaman lebih bersama teman-temannya, intuisi emosinya pun ikut tumbuh. Tapi, dia masih punya kecenderungan menganggap semuanya dengan sangat harafiah. Sering kali, lelucon langsung pergi dari kepalanya dan dia tidak bisa membaca orang dalam waktu cepat. Tapi, kurangnya selera humor ini membuat Shoto menjadi karakter yang disukai penggemar.
![Serius Banget, 10 Karakter Anime Kece Ini Tak Punya Selera Humor]()
Foto: Demon Slayer Stuff
Giyu Tomioka dari Kimetsu no Yaiba adalah Hashira pendiam yang sering dirundung Hashira lain atas sikap seriusnya dan kepribadiannya yang introvert. Giyu tidak punya selera humor. Dia bahkan sering menjauh ketimbang terlibat dalam candaan atau lelucon.
Giyu sangat terisolasi dari Hashira dan Korps Pembasmi Iblis lain. Dia tidak bercanda atau berusaha terlibat dalam obrolan dengan yang lain. Giyu hanya melakukan pekerjaannya dan kemudian mengisolasi dirinya dari yang lain. Dia sangat serius dan tidak pernah melepas topeng muka lempengnya kepada siapa pun.
Baca Juga: 10 Karakter Anime Ini Menderita Akibat Kekuatannya Sendiri
![Serius Banget, 10 Karakter Anime Kece Ini Tak Punya Selera Humor]()
Foto: Epicstream
Levi Ackerman dari Attack on Titan terlalu lelah berperang dan letih untuk punya selera humor. Levi dibesarkan di Underground dan kemudian diasuh Kenny Ackerman, yang mengajarinya cara bertarung. Kemudian, dia tinggalkan begitu pelatihannya dianggap sudah cukup.
Levi tidak pernah mengembangkan selera humor. Dia selalu terlalu sibuk bertarung untuk bertahan hidup demi mendapatkan kesenangan dalam hidupnya. Levi tidak merasa kalau perilaku nyentrik anak-anak buahnya itu lucu, dia juga tidak bercanda di hadapan mereka. Tapi, dia bukannya orang yang dingin atau tidak punya perasaan. Levi peduli pada anak-anak buahnya, meskipun tidak bisa bercanda.
3. Shoto Todoroki — My Hero Academia

Foto: ComicBook.com
Shoto Todoroki bukanlah orang paling emosional di My Hero Academia. Kepribadian anti sosial alamiahnya, digabungkan dengan kehidupan sulitnya di rumah, mempengaruhi perilakunya. Ini bisa membuatnya terlihat menjaga jarak dari teman-temannya. Karena ini, Shoto tidak benar-benar punya selera humor.
Di saat Shoto mendapatkan pengalaman lebih bersama teman-temannya, intuisi emosinya pun ikut tumbuh. Tapi, dia masih punya kecenderungan menganggap semuanya dengan sangat harafiah. Sering kali, lelucon langsung pergi dari kepalanya dan dia tidak bisa membaca orang dalam waktu cepat. Tapi, kurangnya selera humor ini membuat Shoto menjadi karakter yang disukai penggemar.
2. Giyu Tomioka — Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba

Foto: Demon Slayer Stuff
Giyu Tomioka dari Kimetsu no Yaiba adalah Hashira pendiam yang sering dirundung Hashira lain atas sikap seriusnya dan kepribadiannya yang introvert. Giyu tidak punya selera humor. Dia bahkan sering menjauh ketimbang terlibat dalam candaan atau lelucon.
Giyu sangat terisolasi dari Hashira dan Korps Pembasmi Iblis lain. Dia tidak bercanda atau berusaha terlibat dalam obrolan dengan yang lain. Giyu hanya melakukan pekerjaannya dan kemudian mengisolasi dirinya dari yang lain. Dia sangat serius dan tidak pernah melepas topeng muka lempengnya kepada siapa pun.
Baca Juga: 10 Karakter Anime Ini Menderita Akibat Kekuatannya Sendiri
1. Levi Ackerman — Attack on Titan

Foto: Epicstream
Levi Ackerman dari Attack on Titan terlalu lelah berperang dan letih untuk punya selera humor. Levi dibesarkan di Underground dan kemudian diasuh Kenny Ackerman, yang mengajarinya cara bertarung. Kemudian, dia tinggalkan begitu pelatihannya dianggap sudah cukup.
Levi tidak pernah mengembangkan selera humor. Dia selalu terlalu sibuk bertarung untuk bertahan hidup demi mendapatkan kesenangan dalam hidupnya. Levi tidak merasa kalau perilaku nyentrik anak-anak buahnya itu lucu, dia juga tidak bercanda di hadapan mereka. Tapi, dia bukannya orang yang dingin atau tidak punya perasaan. Levi peduli pada anak-anak buahnya, meskipun tidak bisa bercanda.
(alv)
Lihat Juga :