Bukan Sekadar Pembuat Kain, Perempuan Pengrajin Ulos Turut Jaga Eksistensi Suku Batak
Selasa, 17 Januari 2023 - 21:36 WIB
loading...
Perempuan pengrajin Ulos pun bukan hanya pembuat kain, melainkan juga pencipta dan penjaga martabat Batak. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Ulos merupakan salah satu kain khas masyarakat Batak. Kain ini memiliki makna yang sangat penting. Bukan sekadar kain, namun juga penanda eksistensi Suku Batak.
Perempuan pengrajin Ulos pun bukan hanya pembuat kain, melainkan juga pencipta dan penjaga martabat Batak . Pentingnya peran Ulos ini coba digambarkan dalam ratusan foto dan film dokumenter karya Dewi Sartika Bukit.
Sederet karya alumnus Fakultas Seni dan Media Rekam, Jurusan Fotografi, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu bisa dilihat dalam pameran bertajuk Maestro yang Tak Tampak di Galeri Salihara, Jakarta, pada 17-24 Januari 2023.
Baca juga: 4 Merek Parfum Pria Terbaik, Cocok buat Pikat Orang Sekitar!
Kurator pameran tersebut, Wahyudin menyebutkan jika karya-karya Dewi Sartika tercetus setelah bertemu dengan seorang perempuan pengrajin ulos di sebuah kampung di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, pada 2018.
Kemudian, Dewi Sartika melakukan riset etnografis pada akhir 2022. "Hasilnya, ratusan foto dan film dokumenter yang meyakinkan bahwa tanpa ulos dan perempuan pengulos, Batak akan kehilangan nama," ungkap Wahyudin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (17/1/2023).
Perempuan pengrajin Ulos pun bukan hanya pembuat kain, melainkan juga pencipta dan penjaga martabat Batak . Pentingnya peran Ulos ini coba digambarkan dalam ratusan foto dan film dokumenter karya Dewi Sartika Bukit.
Sederet karya alumnus Fakultas Seni dan Media Rekam, Jurusan Fotografi, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu bisa dilihat dalam pameran bertajuk Maestro yang Tak Tampak di Galeri Salihara, Jakarta, pada 17-24 Januari 2023.
Baca juga: 4 Merek Parfum Pria Terbaik, Cocok buat Pikat Orang Sekitar!
Kurator pameran tersebut, Wahyudin menyebutkan jika karya-karya Dewi Sartika tercetus setelah bertemu dengan seorang perempuan pengrajin ulos di sebuah kampung di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, pada 2018.
Kemudian, Dewi Sartika melakukan riset etnografis pada akhir 2022. "Hasilnya, ratusan foto dan film dokumenter yang meyakinkan bahwa tanpa ulos dan perempuan pengulos, Batak akan kehilangan nama," ungkap Wahyudin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (17/1/2023).
Lihat Juga :