ECMO, Pulihkan dari Gagal Jantung dan Paru-paru Akut

Kamis, 09 Juli 2015 - 09:32 WIB
ECMO, Pulihkan dari...
ECMO, Pulihkan dari Gagal Jantung dan Paru-paru Akut
A A A
JAKARTA - Rumah sakit Gleneagles Singapura memperkenalkan salah satu teknologi medis andalannya, Oksigenasi Membran Extracorporeal (ECMO).

ECMO diklaim dapat bertindak sebagai pengganti fungsi jantung dan paru-paru yang lemah. Setiap tahunnya alat ini, telah berhasil membantu 10-15 pasien untuk melewati masa kritis ketika mengalami kegagalan fungsi jantung dan paru-paru.

ECMO terdiri dari sebuah pompa dan beberapa tabung. “Pompa akan menarik darah dari pasien melalui tabung, memompa darah melalui membran oxygenator dan kemudian kembali ke pasien. Membran oxygenator bertindak seperti paru-paru, menambahkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dari darah,” papar Ahli Bedah Toraks dan Kardiovaskular Gleneagles Hospital, dr Su Jang Wen di Plaza Bapindo, Jakarta, Rabu (8/7/2015).

ECMO digunakan sampai akhirnya jantung atau paru-paru dapat kembali berfungsi normal. Sementara, lamanya penggunaan ECMO tergantung dari perkembangan kondisi jantung atau paru-paru pasien.

“Selama pemasangan ECMO pada pasien, tim dokter akan tinggal di rumah sakit untuk mengontrol perkembangan jantung minute by minute, sehingga kita dapat melihat sejauh mana perkembangan pasien untuk pulih sebelum kami melepas alat tersebut,” ujar dr Su Jang Wen.

Biasanya ECMO digunakan ketika pasien mengidap myocarditis atau peradangan pada otot jantung yang diakibatkan oleh infeksi virus, sehingga menyebabkan drastisnya penurunan kerja jantung pada penderitanya.

Namun, tak jarang digunakan dalam kasus gagal jantung, serangan jantung dan shock kardiogenik, di mana jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh, pasca operasi jantung terbuka atau gagal nafas.

Tidak hanya itu, ECMO juga digunakan untuk menolong pasien yang mengalami kegagalan pernapasan akibat penyakit flu. Namun, harganya yang terbilang mahal membuat ECMO tidak dapat digunakan oleh sembarang pasien.

"Rumah sakit Gleneagles selalu memilih pasien dengan sangat hati-hati dalam menggunakan ECMO yang dikarenakan teknologi ini merupakan perawatan mahal," kata dia.

Melalui adanya ECMO, dr Su Jan Weng berharap agar alat ini dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung atau paru-paru.

“Kami akan selalu meningkatkan teknologi ECMO agar nantinya resiko penggunaan berada pada titik terndah dan dapat menolong lebih banyak pasien," tutup dr Su Jan Weng.
(nfl)
Berita Terkait
Solusi Deteksi Dini...
Solusi Deteksi Dini Penyakit Stroke dengan Aplikasi Jagatara
Antusias Warga Sambut...
Antusias Warga Sambut Deteksi Dini Kesehatan Jantung Gratis
Alat Pacu Jantung Terkecil...
Alat Pacu Jantung Terkecil di Dunia Seukuran Sebutir Beras Diperkenalkan
Resmi Dibuka, Heartology...
Resmi Dibuka, Heartology Hadirkan Terobosan untuk Penanganan Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Institut Jantung Negara,...
Institut Jantung Negara, Harapan Tanpa Batas untuk Pasien Jantung Indonesia
Meningkatkan Kerja Jantung...
Meningkatkan Kerja Jantung Pada Level Gagal Jantung
Berita Terkini
Disebut Tak Nafkahi...
Disebut Tak Nafkahi Anak, Ruben Onsu: Kalau Tidak Sanggup, Serahkan ke Saya!
32 menit yang lalu
Zara Adhisty Umumkan...
Zara Adhisty Umumkan Pernikahan dan Kehamilan, Unggahan Sang Ibu Jadi Sorotan
1 jam yang lalu
Syifa Hadju Beri Kejutan...
Syifa Hadju Beri Kejutan Romantis untuk El Rumi saat Bulan Madu di Italia
1 jam yang lalu
Viral Bocah Nyaris Masuk...
Viral Bocah Nyaris Masuk Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Curiga Sengaja
2 jam yang lalu
Sinopsis Jangan Buang...
Sinopsis 'Jangan Buang Ibu', Pernikahan Anak Pemicu Konflik Lama
2 jam yang lalu
Hari Pertama Tayang...
Hari Pertama Tayang 212, Penonton Film 'Sekawan Limo 2' Tembus 200 Ribu
3 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved