Terkait Pembalut Berklorin, YLKI Tuding Kemenkes Tak Konsisten

Kamis, 09 Juli 2015 - 17:17 WIB
Terkait Pembalut Berklorin,...
Terkait Pembalut Berklorin, YLKI Tuding Kemenkes Tak Konsisten
A A A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak konsisten dengan peraturannya mengenai kandungan klorin berbahaya di dalam pembalut wanita.

Sebelumnya, Kemenkes telah menegaskan bahwa kadar klorin pada pembalut wanita yang ditemukan YLKI, yaitu 6—55, masih dalam ambang batas aman.

Bahkan dalam jumpa pers, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dra Maura Linda Sitanggang Phd, Apt, meminta YLKI dapat memberikan klarifikasi kembali atas temuannya.

"Kekhawatiran terhadap klorin yang menyebabkan kanker tidak beralasan karena semua pembalut wanita yang beredar dipasaran telah memenuhi persyaratan dan keamanan, mutu, dan kemanfaatan serta dilakukan kemanfaatan serta dilakukan pengawasan rutin melalui pengujian ulang," ujar Maura di Kemenkes, Jakarta.

Terkait pernyataan Kemenkes tersebut, YLKI kembali mengeluarkan pendapatnya. Dalam pernyataan yang diterima Sindonews, Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, YLKI telah mengonfirmasi hasil penelitian tersebut, jauh-jauh hari sebelum hasil penelitian dirilis ke publik.

"YLKI telah mengirimkan surat konfirmasi sejak 06 April 2015. Tetapi hingga hasil penelitiannya di-launching (06 Juli 2015), Kemenkes tidak memberikan tanggapan/respons apapun terhadap surat dimaksud," papar Tulus.

YLKI mengklaim, klorin sangat berbahaya bagi kesehatan reproduksi perempuan. Mereka menyatakan bahwa klorin bersifat iritatif, bahkan karsinogenik. Sementara, Kemenkes menyatakan sebaliknya.

Tulus menjelaskan, hasil penelitian YLKI tersebut bertujuan untuk mendukung regulasi yang dibuat oleh Kemenkes. Regulasi Kemenkes yang dimaksud adalah aturan dalam Permenkes No. 472 tahun 1996 tentang pengamanan dan pengawasan bahan berbahaya. Dan salah satu bahan berbahaya yang dimaksud adalah klorin.

"Dalam Permenkes tersebut tidak menyebutkan bahwa klorin berbahaya jika dikonsumsi (ditelan ke mulut), tetapi berbahaya secara umum dalam penggunaan, karena klorin adalah bahan beracun dan iritatif," jelas Tulus.

Tulus menilai, pernyataan Kemenkes tersebut bertentangan dengan regulasi yang telah dibuat. "Jadi pernyataan Kemenkes bahwa klorin pada pembalut adalah aman, justru bertentangan dengan regulasi yang dibuat Kemenkes itu sendiri. Kemenkes tidak konsisten dan menabrak aturan yang dibuatnya," kata dia.

Baca Juga:

9 Merek Pembalut dan 7 Pantyliner Ini Punya Kandungan Klorin Berbahaya

Kemenkes: 9 Pembalut dan 7 Pantyliner Lolos Uji Keamanan
(alv)
Berita Terkait
6 Penyakit yang Umum...
6 Penyakit yang Umum Menyerang Wanita dan Gejalanya
Kenali Gejala Umum Kanker...
Kenali Gejala Umum Kanker Ginekologi dan Pengobatannya
Wanita Menopouse Rentan...
Wanita Menopouse Rentan Osteoporosis, Mengapa?
Flowra Sanitary Napkins...
Flowra Sanitary Napkins Mengusung Pentingnya Edukasi Kesehatan Kewanitaan Saat Menstruasi
8 Alasan Umum Wanita...
8 Alasan Umum Wanita Meninggalkan Pria yang Dicintainya
2 Gejala Utama Menopause...
2 Gejala Utama Menopause yang Sering Disalahartikan
Berita Terkini
Ruben Onsu Unggah Video...
Ruben Onsu Unggah Video Giorgio Ngopi di Rumah Sarwendah, Captionnya Bikin Heboh
55 menit yang lalu
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
1 jam yang lalu
Bela Ruben Onsu, Betrand...
Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah
2 jam yang lalu
Baskara Putra Raih Penghargaan...
Baskara Putra Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Jepang Lewat Lagu 'everything u are'
4 jam yang lalu
Bawakan Lagu Goal, Lisa...
Bawakan Lagu 'Goal', Lisa BLACKPINK Buka Piala Dunia 2026 dengan Penampilan Spektakuler
5 jam yang lalu
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved