Awas! Penyakit Incar Remaja yang Aktif di Media Sosial
Senin, 21 September 2015 - 15:35 WIB
Awas! Penyakit Incar Remaja yang Aktif di Media Sosial
A
A
A
GLASGOW - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Glasgow mengungkapkan, media sosial bisa membuat remaja mengalami berbagai macam masalah. Salah satunya, kecemasan, buruknya kualitas tidur hingga depresi.
Dilansir dari Times of India, para profesor dari Universitas Glasgow melakukan penelitian ini terhadap 460 anak-anak berusia 11 sampai 17 tahun mengenai penggunaan media sosial pada malam hari dan mengukur kualitas tidur serta rasa percaya diri mereka.
Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan, bermain media sosial membuat para remaja lebih mudah letih, dan juga cemas ketika mereka mengharuskan dirinya untuk mengikuti sebuah trend. Bahkan, salah satu peneliti, Heather Cleland Woods, menjelaskan para remaja bisa mengalami depresi, kecemasan dan kurangnya kualitas tidur.
"Bukti ini mendukung adanya hubungan antara penggunaan media sosial dan kesejahteraan anak remaja. Namun, penyebab dari masalah ini masih belum jelas," papar Woods.
Penelitian lainnya juga menyatakan hal yang sama. National Citizen Service (NCS) melakukan penelitian kepada 1 ribu remaja terkait penggunaan media sosial mereka. Hasilnya, sebanyak 88% anak berumur 12 sampa 18 tahun merasakan stres pada satu tahun terakhir.
Umumnya, mereka beralasan karena ingin terlihat baik di media sosial dan ingin menjadi populer di sekolah, hingga ingin mencari pacar. Berdasarkan dari kasus tersebut, NCS mengatakan, hal ini telah memberikan dampak buruk seperti insomnia, gangguan makan dan depresi.
Dilansir dari Times of India, para profesor dari Universitas Glasgow melakukan penelitian ini terhadap 460 anak-anak berusia 11 sampai 17 tahun mengenai penggunaan media sosial pada malam hari dan mengukur kualitas tidur serta rasa percaya diri mereka.
Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan, bermain media sosial membuat para remaja lebih mudah letih, dan juga cemas ketika mereka mengharuskan dirinya untuk mengikuti sebuah trend. Bahkan, salah satu peneliti, Heather Cleland Woods, menjelaskan para remaja bisa mengalami depresi, kecemasan dan kurangnya kualitas tidur.
"Bukti ini mendukung adanya hubungan antara penggunaan media sosial dan kesejahteraan anak remaja. Namun, penyebab dari masalah ini masih belum jelas," papar Woods.
Penelitian lainnya juga menyatakan hal yang sama. National Citizen Service (NCS) melakukan penelitian kepada 1 ribu remaja terkait penggunaan media sosial mereka. Hasilnya, sebanyak 88% anak berumur 12 sampa 18 tahun merasakan stres pada satu tahun terakhir.
Umumnya, mereka beralasan karena ingin terlihat baik di media sosial dan ingin menjadi populer di sekolah, hingga ingin mencari pacar. Berdasarkan dari kasus tersebut, NCS mengatakan, hal ini telah memberikan dampak buruk seperti insomnia, gangguan makan dan depresi.
(alv)