Apakah Wanita Lebih Romantis saat Lapar atau ketika Kenyang?
Senin, 09 November 2015 - 02:25 WIB
Apakah Wanita Lebih Romantis saat Lapar atau ketika Kenyang?
A
A
A
LONDON - Apakah dengan Anda membelikan wanita akan hal-hal kesukaannya, nantinya Anda bakal memenangkan hati wanita tersebut?
Jika Anda pernah merasa lapar, maka kemungkinan Anda bakal tahu persis apa yang sedang kita bicarakan kali ini.
Anda pasti tahu, bagaimana sebuah ledakan irasional seseorang bisa berasal, dari hanya dengan mengambil kopi pagi dan benar-benar tidak ada yang lain?
Urgh, kita tidak bisa menahannya bukan kalau untuk yang itu, apalagi jika Anda seorang yang menyukai minuman kopi.
Tapi mungkin Anda belum mengetahui apakah kemarahan seseorang bisa disebabkan karena mereka kehilangan sebuah rutinitas seperti di atas (minum kopi)?
Lantas bagaimana mood orang itu jika dia sedang lapar? Apakah dapat memunculkan sebuah kegilaan sementara layaknya kasus tadi?
Walaupun kebanyakan dari kita akan senang untuk dapat menemukan waktu untuk memastikan tiga kali sehari, plus memakan camilan ringan, hingga pergi untuk merencanakan makan di luar, kadang-kadang hal itu tidak terjadi.
Tapi dengan sebuah studi baru yang dikeluarkan dari jurnal Appetite, seperti dilansir dari situs metro.co.uk. Mengungkapkan otak wanita lebih merespon terhadap isyarat romantis di kala perut mereka terisi penuh ketimbang saat sedang kosong!
.jpg)
Nah lho, lantas apakah dengan kesimpilan penelitian tersebut, menggiring para wanita untuk mengkonsumsi makanan lebih banyak?
Penelitian ini sendiri melibatkan merekrut 20 perempuan muda yang semua berat badan rata-rata identik. Bahkan setengah dari mereka tidak pernah diet, dan setengah lainnya telah mencoba setidaknya dua kali diet di masa lalu untuk menurunkan berat badan.
Para wanita diminta untuk berpuasa selama delapan jam dan kemudian tiba di laboratorium ‘lapar’. Dari sana, mereka dimasukkan ke dalam scanner fMRI, di mana mereka melihat gambar romantis serta gambar netral, seperti bola bowling.
Mereka kemudian diberi setara dengan 500 kalori dalam minuman pengganti makanan dan dimasukkan kembali ke lab buat di-scan fMRI guna melihat gambar yang sama lagi.
"Kami menemukan bahwa wanita muda baik dengan dan tanpa riwayat diet memiliki otak yang lebih besar dalam aktivasi menanggapi gambar romantis di daerah saraf-hadiah, terkait setelah makan ketimbang saat lapar," kata penulis pertama studi tersebut, Alice Ely.
Ya, tampaknya bahwa perempuan kurang cemas dan kesal dengan gambar romantis setelah perut mereka terisi penuh - tidak mengherankan di sana, kan?
.jpg)
"Data ini menunjukkan bahwa, makan mungkin membuat peka sensor wanita muda untuk imbalan di luar makanan. Hal ini juga mendukung neurocircuitry bersama untuk makanan dan seks," kata Ely melanjutkan.
So, apakah cara untuk merebut hati seorang wanita benar-benar dalam piring makanan?
Ely memperingatkan bahwa ini hanya studi awal dan hanya mencakup sekelompok kecil perempuan pada usia yang sama, dan harus lebih banyak penelitian diperlukan untuk membuat keputusan definitif.
"Ini semua sangat spekulatif, tapi masih sangat menarik dan semacam temuan tak terduga," tandasnya.
Jika Anda pernah merasa lapar, maka kemungkinan Anda bakal tahu persis apa yang sedang kita bicarakan kali ini.
Anda pasti tahu, bagaimana sebuah ledakan irasional seseorang bisa berasal, dari hanya dengan mengambil kopi pagi dan benar-benar tidak ada yang lain?
Urgh, kita tidak bisa menahannya bukan kalau untuk yang itu, apalagi jika Anda seorang yang menyukai minuman kopi.
Tapi mungkin Anda belum mengetahui apakah kemarahan seseorang bisa disebabkan karena mereka kehilangan sebuah rutinitas seperti di atas (minum kopi)?
Lantas bagaimana mood orang itu jika dia sedang lapar? Apakah dapat memunculkan sebuah kegilaan sementara layaknya kasus tadi?
Walaupun kebanyakan dari kita akan senang untuk dapat menemukan waktu untuk memastikan tiga kali sehari, plus memakan camilan ringan, hingga pergi untuk merencanakan makan di luar, kadang-kadang hal itu tidak terjadi.
Tapi dengan sebuah studi baru yang dikeluarkan dari jurnal Appetite, seperti dilansir dari situs metro.co.uk. Mengungkapkan otak wanita lebih merespon terhadap isyarat romantis di kala perut mereka terisi penuh ketimbang saat sedang kosong!
.jpg)
Nah lho, lantas apakah dengan kesimpilan penelitian tersebut, menggiring para wanita untuk mengkonsumsi makanan lebih banyak?
Penelitian ini sendiri melibatkan merekrut 20 perempuan muda yang semua berat badan rata-rata identik. Bahkan setengah dari mereka tidak pernah diet, dan setengah lainnya telah mencoba setidaknya dua kali diet di masa lalu untuk menurunkan berat badan.
Para wanita diminta untuk berpuasa selama delapan jam dan kemudian tiba di laboratorium ‘lapar’. Dari sana, mereka dimasukkan ke dalam scanner fMRI, di mana mereka melihat gambar romantis serta gambar netral, seperti bola bowling.
Mereka kemudian diberi setara dengan 500 kalori dalam minuman pengganti makanan dan dimasukkan kembali ke lab buat di-scan fMRI guna melihat gambar yang sama lagi.
"Kami menemukan bahwa wanita muda baik dengan dan tanpa riwayat diet memiliki otak yang lebih besar dalam aktivasi menanggapi gambar romantis di daerah saraf-hadiah, terkait setelah makan ketimbang saat lapar," kata penulis pertama studi tersebut, Alice Ely.
Ya, tampaknya bahwa perempuan kurang cemas dan kesal dengan gambar romantis setelah perut mereka terisi penuh - tidak mengherankan di sana, kan?
.jpg)
"Data ini menunjukkan bahwa, makan mungkin membuat peka sensor wanita muda untuk imbalan di luar makanan. Hal ini juga mendukung neurocircuitry bersama untuk makanan dan seks," kata Ely melanjutkan.
So, apakah cara untuk merebut hati seorang wanita benar-benar dalam piring makanan?
Ely memperingatkan bahwa ini hanya studi awal dan hanya mencakup sekelompok kecil perempuan pada usia yang sama, dan harus lebih banyak penelitian diperlukan untuk membuat keputusan definitif.
"Ini semua sangat spekulatif, tapi masih sangat menarik dan semacam temuan tak terduga," tandasnya.
(sbn)